Kemenkopolhukam RI Gelar Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan Nasional di Babel

Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan RI menggelar Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel

Kemenkopolhukam RI Gelar Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan Nasional di Babel
Bangka Pos/Krisyanidayati
Sekda Babel Yan Megawandi memukul Gong sebagai tanda dibukanya Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, Senin (8/10/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM - Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan RI menggelar Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, Senin (8/10/2018).

Kegiatan yang mengusung tema "Meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai anacaman dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan" ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan ini juga diikuti dengan Deklarasi Setia Pancasila dan Bela Negara yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan ini.

Forum koordinasi menghadirkan tiga narasumber yakni Dosen Fisip Universitas Bangka Belitung, Iskandarain Dosen Fisip UBB, Rektor IAIN Babel Zayadi dan Prof Bustami Rahman yang akan dimoderatori oleh kepala Kesbangpol Babel, Tarmin.

Ketua Pelaksana, Asisten Deputi Koordinasi Kewaspadaan Nasional, Laksamana Pertama TNI Jaya Darmawan mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan nasional.

"Peserta kegiatan ini, kami mengundang 300 orang, Forkompinda, tokoh masyarakat, tokoh adat, mahasiswa dan lainnya. Dan Deklarasi Setia Pancasila dan Bela Negara, sebagai wujud Pancasila sebagai pedoman hidup," katanya.

Sekda Babel, Yan Megawandi mengapresiasi kegiatan ini dilaksanakan di Babel, diketahui terjadi banyaknya perubahan peta politik, sosial, keamanan yang terjadi yang disebabkan oleh perubahan teknologi informasi.

"Kegiatan ini harus kita lakukan sebagai bentuk pembangunan sosial politik untuk menjaga keutuhan NKRI. Dalam dasa warsa terakhir, begitu banyak berubah baik peta konflik maupun teknologi informasi. Modal yamg perlu kita jaga ialah modal sosial, untuk menjaga keutuhan NKRI," katanya.

Yan berharap forum ini dapat memberikan gagasan, sumbangan, dan ide untuk bisa melakukan evaluasi terus dan menerus khususnya di Babel untuk meningkatkan komitmen berbangsa dan bernegara.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help