Tanpa Kartu Pengenal dan Karcis. Kadishub Pangkalpinang Imbau Masyarakat Tak Beri Uang Parkir

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pangkalpinang Asban Aris menyebut ada sejumlah titik liar parkir di Pangkalpinang.

Tanpa Kartu Pengenal dan Karcis. Kadishub Pangkalpinang Imbau Masyarakat Tak Beri Uang Parkir
bangka pos/ira kurniati
Kepala dinas perhubungan kota Pangkalpinang, Asban Aris 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM  -- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pangkalpinang Asban Aris menyebut ada sejumlah titik liar parkir di Pangkalpinang. Beberapa di antaranya di depan Gereja GPIB Maranatha dan kawasan dekat rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang.

Asban menyatakan, titik di dua kawasan itu adalah kawasan yang bebas biaya parkir.‎ Asban mengaku sudah pernah meminta agar parkir liar di kawasan itu ditindak.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak memberikan biaya parkir di titik parkir yang petugasnya tanpa tanda pengenal dari Dishub Pangkalpinang dan karcis.

"Saya sudah telepon bidang perparkiran‎. Didatangi, mereka lari, tetapi habis itu datang lagi. Saya menyarankan kepada masyarakat, kalau dia tidak punya id card, jangan dibayar, apalagi kalau tidak ada karcis," ucap Asban kepada Bangka Pos, Senin (8/10/2018) siang. Persoalan parkir liar ini sempat dibahas pada rapat penetapan Standar Operasional Prosedur Tasgas Saber Pungli dan Penyamapianan Pemetaan Titik Parkir di Pangkalpinang, Selasa (2/10/2018) lalu.

Dia mengatakan, pemungut parkir liar ini pernah ditindak dan dilaporkan ke polisi.

"Sudah beberapa kali ditangkap, minta ampun, selesai. Cuma kembali lagi. Alasannya cari makan," katanya.

Asban juga mengklaim pelaksanaan parkir saat ini telah tepat. Dari sisi target pendapatan retribusi misalnya, pihaknya juga bakal melampaui target potensi parkir di Pangkalpinang.

Dari Rp 1 miliar‎ yang menjadi target pendapatan retribusi dari parkir umum, saat ini realisasinya sudah mencapai Rp 800 juta. Ini belum termasuk pengelolaan parkir yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga seperti parkir di Pasir Padi, dan RSUD Depati Hamzah.

"Ke depan kami akan melibatkan UBB untuk survei potensi‎, pelaku petugas parkir, dan BPKP. Target dari parkir umum itu Rp 1 miliar, sekarang realisasinya sudah Rp 800 juta lebih. Akhir tahun, bakal over target. Itu baru parkir umum, parkir khusus lain lagi," beber Asban.

Terpisah, Sekretaris Dishub Pangkalpinang Ubaidi mengatakan, saat ini ada sekitar 200-an titik parkir resmi di Pangkalpinang. Pihaknya tengah menata ulang titik parkir tersebut.

"‎Sekarang ada 200-*,. Tapi sekarang masih ditata, diatur ulang. Dibuat lebih sederhana agar mudah pengawasannya," ucap Ubaidi

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved