Dindikbud Pangkalpinang Undang Para Orangtua Siswa, Ini Tujuannya

Orangtua perlu ikut serta mengemban tanggung jawab karena peran serta peserta didik itu tidak hanya di sekolah

Dindikbud Pangkalpinang Undang Para Orangtua Siswa, Ini Tujuannya
BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Suasana kemah karakter dan sosialisasi kemah karakter dan sosialisasi mewujudkan disiplin siswa berprestasi, di aula Wisma Aksi II, Kace, Kabupaten Bangka, Selasa (9/10/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Potensi persoalan yang dihadapi peserta didik saat ini dipandang sudah semakin kompleks.

Salah-salah, jika tak diantisipasi, peserta didik jadi semakin mudah terjerumus pada kenakalan remaja.

Itulah yang kemudian menjadi alasan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dibdikbud) Pangkalpinang dengan mengundang ratusan perwakilan para orangtua siswa di tiap kelas SD dan SMP di Pangkalpinang pada acara kemah karakter dan sosialisasi mewujudkan disiplin siswa berprestasi, di aula Wisma Aksi II, Kace, Kabupaten Bangka. Demikian dikatakan Plt. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Suwardi.

"Potensi kenakalan remaja perlu ditangani dengan benar. Makanya perlu sinergi antara pemerintah, sekolah, masyarskat, dan peserta didik itu sendiri," kata Suwardi kepada Bangka Pos seusai membuka acara.

Menurut dia, sosialisasi yang digelar Dindikbud merupakan bagian dari sinergi itu. Peran orangtua bahkan diatur dalam Permendikbud nomor 30 tahun 2017 tentang pelibatan orangtua pada penyelenggaraan pendidikan dan Perwako nomor 9 tahun 2017 tentang hal serupa.

Sebelumnya Dindikbud Pangkalpinang juga telah menggelar sosialisasi serupa kepada murid, dan nantinya juga disamapikan kepada para guru.

"Orangtua perlu ikut serta mengemban tanggung jawab karena peran serta peserta didik itu tidak hanya di sekolah, tetapi juga orangtua di rumah," katanya.

Dindikbud berharap, potensi kenakalan remaja seperti perkelahian, perundungan, dan perilaku negatif lainnya dapat diminimalisir dengan pemahaman para orangtua mengenai pentingnya peran mereka.

Apalagi contoh yang tidak diinginkan seperti kasus bocah SD yang dirundung oleh kakak kelasnya sendiri di luar jam sekolah misalnya? Telah terjadi di Pangkalpinang

"Bullying itu misalnya kan terjadi di luar sekolah dan jam sekolah. Ini terjadi di Pangkalpinang. Kami mengajak sama-sana melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anak-anak kita," kata Suwardi.(*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved