Bupati Bangka Selatan Kesal Air Irigasi Pertanian Tercemar Limbah Tambang

Bupati Bangka Selatan, Justiar Noer terlihat kesal melihat air irigasi para petani tercemar limbah dari aktivitas penambangan.

Bupati Bangka Selatan Kesal Air Irigasi Pertanian Tercemar Limbah Tambang
Bangka Pos / Antoni Ramli
Aliran irigasi di Desa Rias yang bewarna kecoklatan akibat limbah aktivitas penambangan 

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Bupati Bangka Selatan, Justiar Noer terlihat kesal melihat air irigasi para petani tercemar limbah dari aktivitas penambangan.

Orang nomor satu Bangka Selatan tersebut, bahkan dengan tegas menyebutkan air irigasi tersebut sudah seperti air camoy (kolong bekas tambang-red)  

" Ini air irigasi apa air camoy" ujarnya saat memasuki lokasi panen perdana demplot M 400 tahun 2018 di Desa Rias Kecamatan Toboali, Rabu (10/10/2018) siang.

Secara pribadi orang nomor satu di Bumi Junjung Besaoh tersebut, berang menyaksikan limbah aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) yang disebut berasal dari kawasan Bikang yang telah mencemari irigasi dan sawah petani.

Menurutnya, kepentingan penambang dan petani harus berimbang. Terlebih bendungan Irigasi Mentukul tersebut tak hanya menampung debit air dari kawasan Bikang saja, namun juga dari Desa Jeriji, dan Serdang.

Sementara jika desa-desa mengaliri limbah TI, otomatis limbah tersebut akan masuk dan mencemari irigasi dan sawah petani.

" Tadi waktu masuk ke sini saya lihat ini air irigasi apa air camoy. sebentulnya harus ada keseimbangan. Sebetulnya saya melarang, cuma kami larang siang ini, malemnya timbul lagi," ujar Bupati disambut riuh dan tepuk tangan para petani.(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved