Kejar Target Cakupan MR, Petugas Diancam Pakai Parang hingga Penyuntikan Disetop

Menurut dia, penolakan siswa ini terpengaruh dengan informasi di media sosial. Ada kasus, ketika anaknya mau, tetapi orangtuanya tidak bersedia.

Kejar Target Cakupan MR, Petugas Diancam Pakai Parang hingga Penyuntikan Disetop
BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Sosialisasi dan pelaksanaan vaksin MR di SMP N 7 Pangkalpinang, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM  -‎ Sosialisasi sekaligus penyuntikan vaksin Measles Rubella terus ditingkatkan. Di masa perpanjangan pelaksanaan hingga 31 Oktober 2018 ini, kerja petugas kesehatan mencapai target cakupan 95 persen bukan tanpa kendala.

Sejumlah tantangan yang dihadapi petugas dic‎eritakan oleh Kepala Seksie Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Pangkalpinang Rosdiana sat ditemui di SMP N 7 Pangkalpinang, Kamis (11/10/2018). Dia adalah orang yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan imunisasi di  seluruh puskesmas di Pangkalpinang.

Rosdiana menuturkan, petugas kesehatan sampai diancam dengan‎ parang di SD N 41 Pangkalpinang. Di SMP N 3 Pangkalpinang, orangtua siswa datang dan menghentikan penyuntikan yang sedang berlangsung.

Menurut dia, penolakan siswa ini terpengaruh dengan informasi di media sosial. Ada kasus, ketika anaknya mau, tetapi orangtuanya tidak bersedia.

"Di setiap sekolah, kendalanya penolakan orangtua itulah, hanya beberapa persen yang bersedia disuntik. Saya tidak tahu kenapa pas di SD N 21 Pangkalpinang yang dihadiri Gubernur kemarin, para orangtua mau ketika gubernur datang. Mungkin menghargai gubernur, tidak terpaksa, senang malahan. Kami sebenarnya sempat ragu mereka mau saat itu," kata Rosdiana.

Kasus penolakan orangtua hingga membawa parang ke sekolah misa‎lnya, menurut Rosdiana, bukan karena kesalahan petugas. Kasus itu terjadi saat ibu siswa mau, sementara bapaknya tidak.

Ketika sudah disuntuk, bapak siswa tersebut marah sambil membawa parang.

"Sudah kami‎ laporkan ke kepala dinas dan kepala bidang, kami memanggil aparat kepolisian juga. Barang buktinya diambil," kata dia.

Di SMP N 3 Pangkalpinang lain lagi kasusnya. ‎Rosdiana menyebut, banyak orangtua mengamuk.

Halaman
123
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help