Kurs Rupiah Melemah 0,13 Persen Menjadi Rp15.238 per Dolar AS

Rupiah semakin terpuruk. Selasa (9/10) kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,13 persen menjadi Rp 15.238 per dolar AS.

Kurs Rupiah Melemah 0,13 Persen Menjadi Rp15.238 per Dolar AS
Tribunnews.com
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM-- Rupiah semakin terpuruk. Selasa (9/10) kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,13 persen menjadi Rp 15.238 per dolar AS. Sejalan, kurs tengah rupiah Bank Indonesia terkikis 0,26 persen ke 15.233 per dolar AS.

Analis riset FXTM, Lukman Otunuga menyatakan, sejumlah faktor menyebabkan sentimen investor terhadap negara berkembang kian meredup dalam beberapa bulan terakhir.

Faktor tersebut antara lain ketegangan perdagangan, ekspektasi kenaikan suku bunga AS, dan penguatan nilai tukar dolar AS.

"Walaupun depresiasi signifikan rupiah sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, namun dampak negatifnya dapat merambat ke ekonomi Indonesia," jelas Otunuga dalam laporan risetnya seperti dilansir Kompas.com, kemarin.

Ia menyebut, pelemahan nilai tukar rupiah secara signifikan dapat memberikan tekanan yang semakin besar terhadap utang luar negeri Indonesia. Kenaikan suku bunga AS dan penguatan dolar AS menghantam negara-negara dengan defisit transaksi berjalan (current account deficit) dan utang luar negeri.

"Sehingga Rupiah Indonesia tetap berada di posisi yang tidak menggembirakan," sambung Otunuga.

Di sisi lain, ekspektasi semakin besar Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga di kuartal ini guna menolong rupiah dan menghambat arus keluar modal.

Walau demikian, Otunuga memandang langkah tersebut tidak terlalu membantu rupiah, terutama memandang BI sudah menaikkan suku bunga sebanyak lima kali sejak pertengahan Mei tahun ini.

"Investor akan tetap sangat memperhatikan rilis data penjualan ritel bulan Agustus yang dapat memberi wawasan mengenai keadaan ekonomi Indonesia. Data penjualan ritel yang baik dapat meningkatkan sentimen terhadap ekonomi Indonesia dan mendukung rupiah, namun peningkatan akan tetap terancam oleh faktor eksternal," terangnya.

Sementara Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan pelemahan mata uang Garuda terjadi lantaran People's Bank of China (PBoC) memutuskan memangkas giro wajib minimum (GWM) China.

Halaman
12
Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved