Penjualan Pasir Timah oleh TN Sudah Lama Diintai Tim Mabes Polri

Pasir timah yang diamankan tim gabungan Bareskrim Mabes Polri dan Polda Babel serta Polres Bangka diduga milik seorang kolektor timah TN alias SY.

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKA POS.COM, BANGKA--Pasir timah sebanyak sembilan ton yang diamankan tim gabungan Bareskrim Mabes Polri dan Polda Babel serta Polres Bangka diduga milik seorang kolektor timah TN alias SY.

Timah panggang, sudah kering ini diduga akan dijual ke Pabrik (Smelter) PT Panca Mega Persada (PMP) di Jelitik Sungailiat.

Informasi yang berhasil dihimpun Bangka Pos Groups, Kamis (11/10/2018) menyebutkan, diduga Tim Mabes Polri sudah lama mengincar aktivitas pengiriman timah ke smelter tersebut.

Hingga suatu ketika, seorang pengusaha atau kolektor timah lokal, berinisial TN alias SY, dicurigai sebagai satu diantara pemasok barang.

Ketika saatnya tiba, tim mengikuti sebuah truk, bermuatan sekitar sembilan ton hasil tambang tersebut menuju ke Smelter PT PMP di Jeliti. Timah yang diduga diperoleh secara ilegal tadi, kemudian disita, saat sudah memasuki areal pabrik peleburan.

"Timah itu punya TN alias SY," kata seorang sumber kepada bangkapos.com.

Sementara Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kasat Reskrim AKP Rio RP, Kamis (11/10/2018) hanya memberikan pengakuan, penangkapan timah yang dimaksud oleh Tim Mabes Polri.

"Yang menangkap Mabes Polri, jadi kita belum bisa kasih penjelasan rinci," katanya.

Kenapa timah sembilan kantung besar (bag) dalam truk itu kemudian dibawa ke Mapolres Bangka? Menurut Kasat karena alasan lokasi penangkapan terjadi di wilayah hukum Polres Bangka.

Begitu pula pemeriksaan pihak PT PMP, dilakukan di ruang Penyidik Satreskrim Polres Bangka karena alasan yang sama.

"Barang diamankan, dan beberapa orang masih dimintai keterangan," katanya(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help