Sunfo Ditahan di Lapas Bukit Semut, Divonis Empat Bulan Penjara

Kolektor timah asal Belinyu Lie Sugnfo alias Sunfo divonis selama 4 bulan penjara, denda Rp 2 juta subiser 2 bulan penjara

Sunfo Ditahan di Lapas Bukit Semut, Divonis Empat Bulan Penjara
Bangka Pos / Dedy Qurniawan
Humas PN Sungailiat Jonson Parancis 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Pengadilan Negeri Sungailiat memvonis kolektor timah asal Belinyu Lie Sugnfo alias Sunfo selama empat bulan penjara, denda Rp 2 juta subiser dua bulan penjara, Selasa (9/10) lalu.

Ia divonis bersalah pada persidangan yang dipimpin Majelis Hakim Oloan Exodus Huatabarat, dan dua hakim anggota Jonson Parancis, dan Beni. Putusan pidana penjara ini lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum sebelumnya yakni tiga bulan penjara.

"Dia saat ini ditahan di Lapas Bukit Semut," kata‎ Humas PN Sungailiat Jonson Parancis kepada Bangka Pos, Kamis (11/10/2018).

Jonson mengatakan, Sunfo terbukti menampung timah illegal. ‎Dia didakwa bersalah telah melanggar pasal 161 UU nomor 4 tahun 2019 tentang Minerba.

"Ia terbukti menampung timah dari wilayah yang tidak memiliki Izin Usaha Penambangan (IUP) atau IUP Khusus. Dan dia juga tidak punya IUP, tidak ada kerja sama dengan pemegang IUP. Sehingga kami putus empat bulan, karena ia terbukti," ujarnya.

Selain itu, barang bukti sebanyak 18 karung pasir timah atau sebanyak 1,4 ton yang disimpan oleh Sunfo juga disita negara. Sunfo sebelumnya diketahui sempat melarikan diri saat timah illegal simpanannya ditemukan petugas. Ia kemudian menyerahkan diri.

"Memang pas kejadiannya bukan langsung ditangkap. Dia sempat melarikan diri atau sempat sembunyi. Saat diambil barang buktinya, dia enggak ada di situ. Barang buktinya saat ini disita oleh negara,"tutur Jonson.

Atas putusan ini, Sunfo yang dalam sidang pada Selasa (9/10) lalu tidak menyatakan banding dan menerima putusan majelis hakim. Saat itu ia tidak didampingi penasihat hukum. Sedangkan jaksa penuntut dari Kejari Bangka menyatakan pikir-pikir atas putusan ini. 

Catatan Bangka Pos, gudang milik bos timah Belinyu, Sunfo digerebek polisi, Minggu (4/6/2017). Di gudang itu petugas menemukan puluhan karung berisi pasir timah sekitar 1,4 ton Operasi dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun, Minggu (4/6/207). 

Kapoles bersama Tim Satreskrim Polres Bangka turun tangan setelah mendapat informasi dari warga. Sunfo diduga membeli pasir timah dari penambang liar yang beroperasi di kawasan hutan terlarang. Bisnis ilegal itu diduga dilakukan Sunfo sejak lama.

Informasi yang dihimpun Bangka Pos pula, saat penggerebekan itu, Sungfo alias Sunfo tak berada di tempat dan menghilang. Ia dikabarkan berada di Jakarta dan sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) beberapa  bulan hingga akhirnya 11 April 2018 menyerahkan diri ke Polres Bangka.

Saat itu ia dijadikan sebagai tahanan rumah karena menderita sakit saat perkara ini ditangani kepolisian dan kejaksaan, tetapi setelah masuk pengadilan Sunfo akhirnya ditahan dan sidangnya bergulir hingga sidang memutus vonis untuknya dengan pidana empat bulan kurungan penjara dan denda Rp 2 juta subsider dua bulan penjara.(*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help