Ucapan Herman Susilo Dinilai Melukai, Fraksi Demokrat Minta Maaf

Pertemuan Forum koordinasi daerah (Forkoda) Percepatan Pembentukan Daerah otonomi Baru (PP DOB) dengan DPRD di ruang Paripurna

Ucapan Herman Susilo Dinilai Melukai, Fraksi Demokrat Minta Maaf
Bangka Pos / Nurhayati
Aksi barongsai saat memeriahkan demontrasi yang dilakukan Pengurus Forkoda Kabupaten Bangka Utara, Senin (8/10/2018) di DPRD Kabupaten Bangka 

Laporan wartawan Bangka Pos . Nurhayati

BANGKAPOS.COM--Anggota DPRD Kabupaten Bangka Rudy Budiono mengklarifikasi mengenai ucapan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangka Kemas Herman Susilo yang membuatnya tersinggung saat aksi demo yang dilakukan Forum Koordinasi Daerah (Forkoda) Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (PP DOB), Senin (8/10/2018) lalu di Ruang Paripurna DPRD.

"Atas permintaan teman-teman yang mendesak saya maka saya harus mengklarifikasikan berita koran, permasalahan yang membuat saya emosi adalah ucapan Herman Susilo yang menyinggung perasaan terhadap masyarakat Belinyu. Kata ini yang melukai ngurus pasar ge dak bener. Nek bikin Bangka utara .... Daaaaak (sambil mengerakan tangan seakan-akan tidak bisa atau tak mendukung)," ungkap Rudy Budiono saat menyampaikan klarifikasinya melalui whatsapp, Kamis (11/10/2018) kepada Bangka Pos.

Rudy Budiono menilai sebagai seorang dewan sangat tidak layak mengucapkan demikian apalagi seorang pimpinan, seharusnya kalau memang ada kekurangan dewan harus memperbaiki atau memperjuangan lebih baik.

"Kita ini adalah dewan Kabupaten Bangka (meliputi delapan kecamatan) seharusnya harus memperjuangkan kemajuan di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka. Memang dewan mewakili dari dapil masing masing tapi kewajiban sebagai anggota dewan adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat secara keseluruhan (se Kabupaten Bangka )," kata Rudy Budiono.

Menurutnya, apabila ada yang kurang setuju atas perjuangan pemekaran Bangka Utara silakan saja, tetapi jangan menghalang-halangi perjuangan masyarakat Belinyu dan Riausilip untuk membentuk Bangka Utara karena banyak juga Anggota DPRD Kabupaten Bangka yg bukan dari dapil Belinyu-Riausilip ikut mendukung terbentuknya Bangka Utara.

Ia menyatakan masyarakat Belinyu-Riausilip pada hari itu hadir ke gedung DPRD Kabupaten Bangka dengan niat aksi damai.

Mereka membawa barongsai dan tari-tarian tetapi karena hujan tarian-tarian tak bisa di pertunjukan.

Kedatangan Forkoda ini juga bersama semua unsur masyarakat termasuk tokoh masyarakat, agama, adat, serta lainnya.

"Kita bukan mau demo merusak atau anarkis. Kita bukan mencari suara tapi kita aksi damai menyalurkan kehendak kebersamaan untuk memperjuangkan Bangka Utara. Kamek bukan nek makar tapi kamek nek mekar (Kami bukan mau makar tapi kami mau mekar)," tegas Rudy Budiono.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangka Kemas Herman Susilo menyatakan dirinya tidak ada maksud sedikit pun untuk menyinggung atau penghinaan terhadap masyarakat Belinyu. Justru ia sangat mendukung terbentuknya Bangka Utara menjadi kabupaten baru.

"Saya tidak mengatakan seperti itu. Saya justru mendukung cepat terwujudnya Bangka Utara. Dengan terbentuknya Bangka Utara pembangunan wilayah merata," jelas Kemas Herman Susilo.

Terkait masalah tersebut? Fraksi Demokrat di DPRD Kabupaten Bangka diwakili Sufiyan angkat bicara mengenai ada pernyataan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangka Herman Susilo.

Fraksi Partai Demokrat menyatakan bahwa pernyataan Wakil Ketua DPRD Bangka tersebut adalah pernyataan pribadi dan bukan mewakili Fraksi Demokrat. Bahwa Fraksi Demokrat sangat mendukung pemekaran wilayah yang telah lama menjadi aspirasi masyarakat Belinyu sejak lama untuk menjadikan Belinyu menjadi Bangka Utara.

"Terkait pernyataan Herman Susilo Wakil Ketua DPRD Bangka yang juga anggota Fraksi Demokrat, kami atas nama Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bangka meminta maaf kepada seluruh komponen masyarakat Belinyu, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat jika pernyataan Wakil Ketua DPRD Bangka tersebut telah membuat Masyarakat Belinyu tersinggung. Kami juga minta kepada Bapak Rudy Budiono dan teman-teman Anggota DPRD dapil Belinyu-Riausilip untuk tidak memperpanjang masalah tersebut dan cukup diselesaikan secara kekeluargaan. Demi terciptanya suasana yang kondusif di lembaga legislatif dan juga ditengah masyarakat," harap Sufiyan.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved