Kronologi SPG Pembuang Bayi dari Lantai 3 Sebuah Mall, Jalin Asmara Terlarang saat Pisah Ranjang

Kasus SPG yang membuang bayinya dari lantai 3 ini terus diproses oleh Kepolisian Resor (Polres) Magelang Kota.

Kronologi SPG Pembuang Bayi dari Lantai 3 Sebuah Mall, Jalin Asmara Terlarang saat Pisah Ranjang
Tribun Jogja/Rendika Ferri K
Petugas Kepolisian Resort Magelang Kota menggiring N (24), karyawati SPG Matahari Mall yang diduga menjadi pelaku pembuangan bayi dari lantai 3 Matahari Mall, Selasa (2/10/2018). 

BANGKAPOS.COM  - Peristiwa miris seorang sales promotion girl (SPG) membuang bayinya dari lantai 3 sebuah mall di Magelang, beberapa waktu lalu, masih lekat di ingatan publik.

Kasus SPG yang membuang bayinya dari lantai 3 ini terus diproses oleh Kepolisian Resor (Polres) Magelang Kota.

Kepala Satuan Reskrim Polres Magelang Kota AKP Rinto Sutopo menuturkan, SPG bernama N (24) itu ditetapkan sebagai tersangka tunggal.

//

Dia pun sudah ditahan di Mapolres Magelang Kota sejak 5 Oktober 2018.

Dalam penyelidikan polisi, N memberi pengakuan terkait aksinya itu.

Informasi yang diterima Rinto, N sudah bersuami, tapi telah lama pisah ranjang dengan suami sahnya.

Dia kemudian menjalin hubungan gelap dengan pria lain.

Hubungan ini membuat N hamil. 

Tapi, karena malu, N tetap bekerja seperti biasa dan berusaha menutupi kehamilannya itu.

Saat tiba kelahiran pun, N tetap bekerja seperti tak terjadi apa-apa.

Akhirnya, N harus melahirkan di mall tempatnya bekerja itu juga.

"N masih bekerja di situ, tiba-tiba ia merasa sakit perut ingin melahirkan. Ia naik ke lantai 3, masuk ke toilet dan melahirkan normal sendirian, juga tanpa obat-obatan tertentu," jelas Rinto, Jumat (12/10/2018).

Saat bayi itu sudah lahir,ada teman-teman N di luar kamar mandi. 

Petugas parkir di belakang kantor Pos Kota Magelang memperlihatkan tempat bayi perempuan malang yang dibuang seorang SPG ditemukan, Senin (2/10).
Petugas parkir di belakang kantor Pos Kota Magelang memperlihatkan tempat bayi perempuan malang yang dibuang seorang SPG ditemukan, Senin (2/10). ((Tribun Jogja/ Rendika Ferri Kurniawan))

N semakin panik, karena malu kehamilannya diketahui. 

Peristiwa miris itu pun terjadi.

"Spontan ia melihat celah jendela, lalu melempar bayinya. Ia tidak mau kehamilannya diketahui teman-temannya," lanjut Rinto.

Saat ini, N tengah menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa oleh tim psikiater RSJ Prof Dr Soerojo Kota Magelang.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses hukum selanjutnya.

"Pemeriksaan kejiwaan itu nanti untuk mengetahui apakah tersangka bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya atau tidak. Saat ini masih diobservasi oleh tim di RSJ Prof Dr Soerojo," ucap Rinto.

Tak Mau Bertemu Bayinya

Sementara itu, sejauh ini kondisi bayi masih dalam pemantauan tim dokter RS Harapan Kota Magelang.

Secara umum, kesehatan bayi perempuan itu semakin membaik, bobotnya bertambah, dan sudah bisa minum air susu ibunya sendiri.

"Walaupun dalam tahanan, ibunya tetap memerah ASI, yang kemudian kami antar ke rumah sakit supaya diminum bayinya," ucap Rinto.

Menurut Rinto, N mengaku menyesal telah berbuat nekat tanpa berpikir panjang.

Kendati demikian sejauh ini N belum mengutarakan keinginan untuk bertemu dengan buah hatinya itu.

Tim Dokter Forensik Polri Cabang Semarang, Jawa Tengah, juga telah memeriksa DNA N dan sang bayi.

Hasil tes ini untuk menguatkan bahwa bayi itu adalah benar-benar anak kandung N, yang akan diketahui sekitar sepekan ke depan.

Sebelumnya diberitakan, N (24) seorang sales promotion girl (SPG) kedapatan warga melempar bayinya dari lantai 3 gedung sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Magelang'>Alun-alun Kota Magelang, Selasa (2/10/2018).

Peristiwa itu sontak mengejutkan warga sekitarnya.

Beruntung, bayi yang masih terdapat plasentanya itu masih hidup ketika ditolong warga.

Polisi telah meminta keterangan 6 orang saksi, terdiri dari keluarga, karyawan pusat perbelanjaan dan warga yang menemukan di lokasi kejadian. (*)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved