Pabrik Kecap Merk SS dan Siong Gunakan Limbah Tebu Digerebek Polisi

Menurut Kasubdit Indag Kompol Wahyudi Rahman, saat pihaknya mendatangi pabrik tersebut bahan-bahan terlihat tidak layak dan kotor.

Pabrik Kecap Merk SS dan Siong Gunakan Limbah Tebu Digerebek Polisi
Istimewa
Anggota Subdit Indag Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan limbah tebu yang ditumpuk dalam karung yang digunakan oleh pabrik kecap di Kuday Selatan Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM  --  Pabrik kecap dikawasan Kuday Selatan Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka yang digrebek oleh Subdit Indag Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung didapati menggunakan bahan dari limbah pengolahan tebu.

Pemilik berinisial O (60) ditetapkan sebagai tersangka dan dua pegawai ikut diamankan bersama barang bukti dua tangki morales (limbah pengolahan tebu) serta alat produksi kecap merk SS dan Siong.

Baca: Fakta Tentang Penggerebekan Pabrik Kecap SS di Kuday, Ada Bangkai Cicak dan Limbah Pengolahan Tebu

Baca: Inilah Wilayah-wilayah di Indonesia yang Rawan Tersapu Tsunami

Baca: Kronologi SPG Pembuang Bayi dari Lantai 3 Sebuah Mall, Jalin Asmara Terlarang saat Pisah Ranjang

Baca: Video Cecak Mati Ditemukan Polisi Saat Pabrik Kecap Merk SS dan Siong Digerebek

Tak hanya itu saja menurut Kasubdit Indag Kompol Wahyudi Rahman seizin Dirkrimsus Kombes Pol Mukti Juharsa, saat pihaknya mendatangi pabrik tersebut bahan-bahan terlihat tidak layak dan kotor.

"Kita dapati dipenuhi kotoran cicak dan berlumut padahal kecap yang diproduksi ada label halal MUI temuan ini akan kita teruskan ke instansi terkait," kata Kompol Wahyudi Rahman kepada bangkapos.com, Jumat (12/10/2018).

Baca: Pemilik Pabrik Kecap Merk SS dan Siong Ajukan Penangguhan Penahanan

Baca: Pemilik Bisnis Kue Bongkar Artis yang Tak Tahu Malu Minta Endorse Gratis

Penggrebekan yang dilakukan oleh Subdit Indag Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung terhadap pabrik kecap dikawasan Kuday Selatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (10/10/2018).
Ini dilakukan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat terkait aktifitas pembuatan kecap disana.

Saat itu tim mendapati tumpukan limbah sisa pengolahan tebu dalam karung.
Kondisi tidak layak dan tidak sehat terlihat di lokasi pabrik kecap yang sudah cukup lama beroperasi.

Baca: Nadine Chandrawinata Dikabarkan Hamil, Dimas Anggara: Tanya Aja Orangnya

Berdasarkan pengakuan pemilik pabrik, mereka baru 2 tahun belakangan menggunakan limbah pengolahan tebu untuk pemanis kecap.

Limbah tebu yang digunakan didatangkan dari Jakarta.

Polisi kemudian mengamankan 2 tanki morales, 2 unit mesin ketel uap, 2 mesin kemasan kecap dan produk kecap yang sudah dikemas.

Barang bukti bersama pemilik dan dua pekerja kemudian diamankan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Tersangka dijerat dengan pasal 135 Jo pasal 8 ayat 1 UU RI No 18 Tahun 2002 tentang pangan dan pasal 620ayat 1 Jo pasal 8 ayat 1 huruf e dan H tentang perlindungan konsumen.

"Ancaman hukumannya dua tahun dan lima tahun penjara," kata Kompol Wahyudi Rahman. 

Baca: Fakta Tentang Penggerebekan Pabrik Kecap SS di Kuday, Ada Bangkai Cicak dan Limbah Pengolahan Tebu

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved