Bupati Bangka Ingatkan Karir PNS Bukan Zona Nyaman

Selama ini karir ASN dianggap sebagai zona nyaman. Dengan lahirnya UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN karir PNS

Bupati Bangka Ingatkan Karir PNS Bukan Zona Nyaman
Bangkapos/Nurhayati
Enam PNS di Lingkungan Pemkab Bangka saat dilantik Bupati Bangka Mulkan, Sabtu (13/10/2018) di Ruang Rapat Bangka Bermartabat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Bupati Bangka Mulkan, melantik enam Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemkab Bangka, Sabtu (13/10/2018) di Ruang Rapat Bangka Bermartabat.

Enam PNS yang dilantik tersebut yakni Kastati sebagai Fungsional Auditor Madya pada Inspektorat Kabupaten Bangka, Musi sebagai fungsional auditor muda pada Inspektorat Kabupaten Bangka, Emildasari sebagai fungsional auditor muda pada Inspektorat Kabupaten Bangka,

Martini sebagai  fungsional auditor muda pada Inspektorat Kabupaten Bangka, Ika Nita Septiani sebagai fungsional pengendali dampak lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, dan Respinarsi sebagai fungsional guru pada SMPN 1 Puding Besar.

Sedangkan dua PNS yakni Sonni Takahepis sebagai fungsional pengelolaan pengadaan barang/jasa pertama pada Bagian Adninistrasi Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Kabupaten Bangka dan Yuni Yustari sebagai fungsional guru pada SMPN 1 Puding Besar belum dilantik karena sedang mengikuti pelatihan dan pendidikan.

Pada kesempatan ini Mulkan mengingatkan para PNS yang dilantik bahwa sumpah dan janji yang diucapkan merupakan ikrar PNS dalam melaksanakan tugas dan amanahnya.

Dia menegaskan bahwa sumpah dan janji yang diucapkan disaksikan oleh Tuhan sehingga mereka diminta untuk mengemban amanah rakyat ini dengan baik. 

"Selama ini karir ASN dianggap sebagai zona nyaman. Dengan lahirnya UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN karir PNS menjadi zona kompetitif sehingga setiap PNS dituntut memiliki produktifitas kerja yang terus meningkat, siap menghadapi kompetisi dengan terus mengembangkan kompetensi dirinya masing-masing," tegas Mulkan

Ia mengatakan, rotasi dan promosi jabatan adalah hal yang biasa terjadi pada penyelenggaraan manajemen pemerintahan.

Hal ini sebagai cara untuk mempertahan agar pegawai memiliki produktifitas yang tinggi serta mengembangkan potensi untuk memberikan kontribusi yang maksimal pada organisasi perangkat daerah.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help