Forkoda Kembali Datangi Kantor DPRD Bangka Tuntut Memorandum Pembentukan Bangka Utara

Forum Koordinasi Daerah (Forkoda) Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (PP DOB), Senin (15/10/2018) kembali melakukan aksi demontrasi

Forkoda Kembali Datangi Kantor DPRD Bangka Tuntut Memorandum Pembentukan Bangka Utara
Bangka Pos / Nurhayati
Aksi unjuk rasa Forkoda yang dimeriahkan oleh alunan rebana dan atraksi barongsai, Senin (15/10/2018) di Halaman DPRD Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Forum Koordinasi Daerah (Forkoda) Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (PP DOB), Senin (15/10/2018) kembali melakukan aksi demontrasi untuk menuntut pembentukan Kabupaten Bangka Utara di DPRD Kabupaten Bangka.

Kedatangan Forkoda yang membawa massa dari Kecamatan Belinyu dan Kecamatan Riausilip saat aksi demo di Halaman DPRD Kabupaten Bangka tersebut dimeriahkan oleh atraksi Rebana dari ibu-ibu majelis taklim dan Barongsai.

Sebelumnya pada Senin (8/10/2018) lalu Forkoda juga sudah mengelar aksi demo di DPRD Kabupaten Bangka dimana dewan berjanji akan menandatangani memorandum dukungan pembentukan pemekaran Kabupaten Bangka Utara.

Diakui Koordinator Aksi Forkoda Joni, aksi demo Forkoda ini menampilkan harmonisasi kehidupan masyarakat di Belinyu dan Riausilip yang harmonis.

"Ini menggambarkan semboyan Thongin Fangin Tjitjong (Melayu-China sama saja). Ada rebana dari melayu dan ada barongsai dari etnis Cina. Ini bentuk spirasi masyarakat Belinyu dan Riausilip untuk membentuk Kabupaten Bangka Utara," ungkap Joni.

Menurutnya, Forkoda ingin menagih janji DPRD Kabupaten Bangka yang berjanji akan mengeluarkan memorandum untuk mewujudkan aspirasi masyarakat Belinyu dan Riausilip menjadi daerah otonomi baru daerah.

Joni menegaskan memorandum tersebut harus mereka terima pada hari ini juga.

"Perjuangan ini tidak berhenti sampai terakomodir. Aspirasi ini sesuai aturan dan undang-undang. Jangan sampai ada yang menghasut dan memprovokasi. Harapan forkoda harus ada MOU, poin-poin mendukung penuh rencana pemekaran wilayah Belinyu dan Riausilip untuk calon otonomi baru Bangka Utara," tegas Joni

Diplomasi otak bukan otot

Staf Ahli Pembentukan Pemekaran Bangka Utara, Johan Murod menegaskan aksi demo Forkoda ini diplomasi otak bukan diplomasi otot.

Ia mengatakan demo ini  dihadiri oleh dua orang profesor yang berasal dari Kecamatan Belinyu.

"Memorandum ini titik tolak agar Bangka Utara lebih maju dari Kabupaten Bangka lain. Kita datang untuk bersilaturahmi dengan pimpinan dan anggota dewan. Kita melakukan strategi diplomasi otak bukan otot. Kalau kita otot bisa anarkis berhadapan dengan polisi. Ini tidak akan terjadi. Kita sampaikan argumentasi yang fundamental. Belinyu jadi kabupaten seperti wasiat Bung Karno menerapkan pembangunan nasional dari daerah-daerah. Tidak hanya di ibukota tetapi hingga sampai ke desa," ujar JJohan Murod saat mengawal aksi demo Forkoda, Senin (15/10/2018) di Halaman DPRD Kabupaten Bangka.

Menurutnya dengan terbentuk kabupaten maka lapangan pekerjaan di Belinyu dan Riausilip akan tercipta. Dengan meningkatnya status politik daerah meningkatkan berkembangnya status sosial.

"Nanti akan ada pembangunan kantor bupati, penerimaan PNS. Pontensi daerah ada tiga alki (Alur Lintas Kapal Indonesia) dimana kapal asing harus melewai alki ini dan Belinyu alki satu melalui laut Bangka Utara. Teluk Kelabat akan jadi tempat singgah kapal bisa masuk membeli air bersih dan belanja di Belinyu," ucap Johan Murod.

Dia menyatakan, aspirasi masyarakat untuk membentuk Kabupaten Bangka Barat bukan euforia tapi ada argumentasi yang fundamental. Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Bangka hari ini segera terbitkan memorandum jangan bertele-tele.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved