Disnaker Babel Pidanakan Perusahaan Langgar UU Ketenagakerjaan

PPNS Disnaker Babel menyidang kasus tindak pidana ringan PT Daya Anugerah Mandiri lantaran melanggar Undang-undang Tenaga Kerja.

Disnaker Babel Pidanakan Perusahaan Langgar UU Ketenagakerjaan

BANGKAPOS.COM - Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyidang kasus tindak pidana ringan PT Daya Anugerah Mandiri lantaran melanggar Undang-undang Tenaga Kerja.

Perkara PT Daya Anugerah Abadi di­selesaikan di Pengadilan Negeri Sungai­liat pasalnya melanggar Undang-undang No.13 Tentang Ketenagakerjaan dimana perusahaan dalam hal mengadakan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) dibuat secara lisan, maka pengusaha wajib membuat surat pengangkatan bagi yang bersangkutan.

Setelah melalui proses persidangan hukum, perusahaan dinyatakan bersalah lantaran tidak membuat surat pengangkatan bagi tujuh pegawai marketing dengan perjanjian kerja waktu tidak tertentu secara lisan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Babel, Ceppy Nugraha mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya pembinaan kepada perusahaan sebelum menempuh jalur hukum.

“Proses penyidikan tidak seketika, tetap dengan terlebih dahulu dilaksanakan upaya paksa di luar pengadilan. Pembinaan dalam bentuk penasehatan maupun peringatan tertulis berupa nota pemeriksaan I dan II dengan jeda waktu cukup dan patut untuk melaksanakan perbaikan, tapi masih saja tidak diindahkan,” kata Ceppy, Senin (15/10).

Ia mengatakan proses penyidikan tetap didasarkan dengan mengedepankan praduga tak bersalah dan profesionalisme bukan sembarangan atau arogan.

“Terimakasih kepada pihak yang sudah membantu seperti Korwas PPNS Polda Babel, Kejari Bangka Tengah dan Pengadilan Negeri Sungailiat sehingga proses penegakan hukum ketenagakerjaan dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Ia berharap, adanya kejadian ini dapat memberikan pelajaran bagi perusahaan lainnya agar tidak melakukan tindakan serupa dan meningkatkan kepatuhan.

“Kita berharap, ini menjadi pelajaran bagi kita semua, agar tidak terjadi lagi pelanggaran dan perusahaan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap pelaksanaan peraturan Perundang-undangan ketenagakerjaan,” pesannya.

PPNS Disnaker Babel, Suprihyono menambahkan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap alat bukti baik itu keterangan saksi yakni Karyawan dan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan, maupun surat perjanjian dimana terdapat klausal yang memuat syarat kerja bertentangan dengan peraturan perundang-undangan sehingga batal demi hukum.

“Disana ditemukan Surat Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu yg memuat klausal adanya syarat kerja, namun bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku shingga batal demi hukum menjadi perjanjian kerja secara lisan dan wajib dibuat pengangkatan, rupanya tidak dibuat pengangkatan,” katanya.

Mulanya, ia menyebutkan ada 32 pegawai, namun setelah penyelidikan pihak perusahaan telah melakukan pengangkatan.

“Ada tujuh orang selaku marketing diadakan dengan PKWTT, akan tapi syarat kerja yang diberlakukan bertentangan de­ngan peraturan perundang-undangan yaitu manakala pekerja yang bersangkutan tidak mencapai target perusahaan dinyatakan mengundurkan diri tidak mendapatkan ganti rugi apapun baik pesangon, penghargaan masa kerja maupun penggantian hak sedangkan menurut ketentuan Undang-undang Nomor 13 Pasal 54 syarat kerja tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan maka perjanjian kerja tersebut batal demi hukum,” jelasnya.

Ia menjelaskan dalam hal perusahaan mengadakan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan melakukan PHK maka terhadap pekerja yang bersangkutan mendapat hak sesuai dengan Pasal 156 yaitu berupa uang pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak.

Tahun 2017 silam, PPNS Disnaker juga menyidangkan kasus tindak pidana ringan/tipiring lantaran perusahaan tidak memiliki peraturan perusahaan dengan putusan inkrah di Pengadilan Negeri Su­ngailiat. (adv/o2/may)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved