Belitung Timur Berhasil Lampaui Target Imunisasi Measles Rubella

Kabupaten Belitung Timur mendapatkan penghargaan pada Koordinasi Pemantauan Pelaksanaan Kampanye Imunisasi Measles Rubella

Belitung Timur Berhasil Lampaui Target Imunisasi Measles Rubella
Bangka Pos / Putrie Agusti Saleha
Tim dari Kabupaten Belitung Timur mendapatkan penghargaan pada acara koordinasi Pemantauan Pelaksanaan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) di Bangka Belitung 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Putrie Agusti Saleha

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Kabupaten Belitung Timur mendapatkan penghargaan pada Koordinasi Pemantauan Pelaksanaan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) yang dilaksanakan di ruang Mitro, Sun Hotel, rabu (17/10/2018).

Penghargaan tersebut di berikan karena Belitung Timur berhasil melampaui target dalam pelaksanaan imunisasi virus MR.

Target yang di berikan nasional adalah 95 persen sedangkan Belitung Timur berhasil meraih sebesar 97,22 persen.

Keberhasilan ini diakui oleh Try Mario Sandy selaku sekretaris umum MUI Belitung Timur bahwa hal itu tidak lepas dari kerjasama semua pihak yang bersama-sama ikut menggalakkan kampanye imunisasi virus MR.

"Kami mengajak semua pihak untuk terlibat langsung dalam program ini. TNI/Polri, pekerja kesehatan, MUI, serta perangkat-perangkat pemerintah lainnya. Awalnya kita satukan pendapat dulu di MUI nya, ketika ada keputusan dari pusat tentang fatwa vaksin ini mubah, kita akhirnya musyawarah dan memutuskan untuk satu suara dan menyampaikan ke masyarakat perihal masalah ini, jadi masyarakat pun tidak kebingungan dengan informasi yang beredar," jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa MUI Beltim memberikan setiap kecamatan satu orang anggota MUI agar selama imunisasi berlangsung para masyarakat bisa bertanya langsung akan hukumnya dan membantu berlangsungnya imunisasi.

"Di setiap puskesmas di kecamatan, kita letakkan satu orang dari MUI, jadi setiap ada kegiatan imunisasi virus MR, masyarakat bisa mendapatkan pencerahan tentang hukumnya agar menarik minat masyarakat untuk melakukan imunisasi," terangnya.

Muhammad Yulhaidir sebagai Kepala Dinas Kesehatan Belitung Timur juga membenarkan tentang upaya tersebut.

"Semua rintangannya sebenarnya sama dengan kabupaten lainnya, karena pasti yang pertama ditanyakan adalah halal atau tidaknya. Karena banyak masyarakat yang masih ragu-ragu. Dan karena ragu-ragu inilah tim kami berkolaborasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan alhamdulillah yang sebelumnya menolak akhirnya bisa ikut imunisasi juga," ujar Yulhaidir.

Selain itu, ia dan timnya tidak hanya melakukan sosialisasi namun juga di warung-warung kopi.

"Kami juga melakukan sosialisasi di warung-warung kopi juga jadi kami secara tidak sengaja melakukan pendekatan melalui hal tersebut karena memang sudah gayanya kalau disana seperti itu, karena untuk melakukan pendekatan tentang masalah ini kepada bapak-bapak agak sensitif. Juga tak lepas kami dibantu oleh media yang menyebarkan informasi terkait imunisasi ini," tutur Yulhaidir.(*)

Penulis: Putrie Agusti Saleha
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved