Gubernur Minta SPBU Tak Jual BBM ke Kendaraan yang Tidak Bawa Barang

Erzaldi Rosman meminta agar SPBU tidak menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi bagi kendaraan roda empat yang tidak membawa barang

Gubernur Minta SPBU Tak Jual BBM ke Kendaraan yang Tidak Bawa Barang
Bangka Pos / Krisyanidayati
Pertemuan bersama Forkompinda dengan pihak terkait penyediaan dan distribusi BBM, di ruang rapat Pasir Padi, Rabu (17/10/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman meminta agar SPBU tidak menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi bagi kendaraan roda empat yang tidak membawa barang.

Ia mengatakan dirinya sudah mendapatkan banyak laporan dari masyarakat terkait hal ini. Bahkan tak jarang ditemui antrian panjang mobil untuk membeli BBM sudah mulai sejak malam hari.

"SPBU khusus untuk mobil tidak boleh mobil mengisi yang tidak ada muatannya. Jangan sampai terulang tangki mobil kecil tangki 100 liter, makanya sekarang kalau mengisi BBM bawa barang kalau bus ada penumpang. Kalau mobol kecil, batasi dan hanya sekali," kata Erzaldi dalam pertemuan bersama Forkompinda dengan pihak terkait penyediaan dan distribusi BBM, di ruang rapat Pasir Padi, Rabu (17/10/2018).

Erzaldi menegaskan, meskipun mereka sudah antri sejak malam hari, untuk tetap tidak dilayani jika tidak membawa barang, hal ini agar BBM subsidi tepat sasaran.

"Mobil yang tidak bawa barang, tidak bisa meski sudah antri. ini agar tidak terlalu panjang antrinya dan betul-betul harus diawasi, kita juga minta pihak kepolisian membantu," katanya.

Disinggung, truk-truk pengangkut pasir oleh peserta diskusi, Erzaldi menyebutkan untuk truk pasir agar mengisi bensin di SPBU dekat lokasi pengisian pasir.

"Yang narik pasir di lokasi dimana, dekat  narik pasir pasti ada SPBU, bohong kalau dia bilang enggak ada," katanya.

Selain itu, untuk minibus agar dibatasi dan tidak boleh berulang kali. Menurutnya, ini harus dilakukan pengawasan bersama semua pihak.

"Mobil kecil kita batasi dengan volume, mobil kecil kalau 2 atau 3 kali akan tindak tegas. Sanksinya kepolisian yang menentukan. Motor dan mobil yang dimodifikasi juga ditangkap," tambahnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved