IAIN SAS Babel Bahas Program Studi Psikologi Islam Lewat FGD

Komisi perlindungan anak (KPAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memenuhi undangan FGD(Focus Group Discussion)

IAIN SAS Babel Bahas Program Studi Psikologi Islam Lewat FGD
Istimewa
KEGIATAN FGD-- Kegiatan Focus Group Discussion/FGD antara segenap pihak terkait membahas rencana pendirian program studi Psikologis Islam yang berlangsung di kampus IAIN Syaik Abdurrahman Siddik(SAS) Bangka Belitung di Petaling, Mendobarat, Kabupaten Bangka, Selasa (16/10/2018) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Komisi perlindungan anak (KPAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memenuhi undangan FGD(Focus Group Discussion) dalam rangka rancangan pembentukan Program Studi Psikologi Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Sidik di Gedung Rektorat di Petaling, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka.

Ketua KPAD Babel, Sapta Qodria Muafi dalam rilis yang diterima Bangkapos.com pada Rabu (17/10/2018) mengemukakan pihaknya bersama-sama hadir dengan utusan Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Babel, RSJ Babel, Pusat Layanan Autis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, HIMPSI Bangka Belitung ,dan LPKA (Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak).

Sebelumnya, FGD yang dilaksanakan IAIN Syaikh Abdurrahman Sidik Babel dibuka oleh Rektor Zayadi dan Plt.Warek 1 Bid.Akademik/koordinator pendirian program studi baru menggelar rangkaian FGD itu, Selasa (16/10/2018) lalu.

Pihak pelaksana sempat mengundang pihak unsur dari masyarakat untuk prodi baru atau.program studi (Psikologi Islam).

"Adapun masukan akan kami tuangkan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan karakteristik dan distingsi program studi psikologi Islam. Prodi yang diusulkan memiliki kekhasan sesuai dengan kebutuhan perkembangan masyarakat," ujar sebagai penggagasan program ini.

Pada kesempatan sama, Ketua KPAD Babel Sapta Qodria Muafi, memberikan masukan terkait kasus- kasus yang berkembang di Bangka Belitung yang pernah di tangani oleh pihak KPAD.

"Apabila prodi ini terealisasi semoga dapat menciptakan SDM psikolog di Bangka Belitung dan dapat membantu peran serta masyarakat sehingga menciptakan generasi penerus," harap Sapta.

Sejauh ini pihaknya siap untuk membantu guna menangani kasus-kasus yang memerlukan psikologi , terutama kejahatan seksual terhadap anak dan korban lainnya.(*)

Penulis: emil
Editor: zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved