Pertamina: Musuh Utama Kita Dalam Penyaluran ini Memang Pengerit- Pengerit

Kita tau tangki-tangki minibus seperti kijang, panther itu isinya 50-60 liter. Kalau untuk motor juga tidak boleh melakukan pengisian yang

Pertamina: Musuh Utama Kita Dalam Penyaluran ini Memang Pengerit- Pengerit
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Sales excutive retail Pertamina, Deny Nugraha. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sales excutive retail Pertamina, Deny Nugraha mengatakan pihaknya sebagai operator BBM sangat mendukung rencana peraturan pemerintah untuk penyaluran BBM di SPBU.

Hal ini untuk membantu dan mengakomodir agar BBM Subsidi lebih tepat sasaran ke masyarakat yang memang berhak.

"Musuh utama kita dalam penyaluran ini memang pengerit-pengerit yang larinya ke tambang. Kami meminta support dari Pemprov agar dibuatkan aturan yang lebih tegas bahwa pengerit itu memang ada batasan minibus harus wajar, dan tidak boleh melakukan pengisian berulang," katanya saat pertemuan dengan Gubernur Babel, di ruang rapat Pasir Padi, Rabu (17/10/2018).

Pihaknya, juga mendukung wacana agar kendaraan yang mengisi BBM harus memiliki muatan. Menurutnya, untuk kendaraan truk angkutan barang memang diperbolehkan menggunakan subsidi.

Namun harus ada muatan sebelum melakukan pengisian ke SPBU agar tidak terjadi kecurangan.

"Harga subsidi dan industri ini selisihnya sangat tinggi sampai 6000-10.000. menghindari penyelewengan subsidi makanya, kita mendukung kalau harus ada muatan barang untuk mengisi," jelasnya.

Menurutnya, pihaknya tidak segan-segan untuk menindak SPBU yang memang melayani pengisian dengan tangki modifikasi dan pengisian yang berulang.

Denny menegaskan apabila SPBU terbukti melakukan pelanggaran, akan ada sanksi. Sanksi terberat Pemutusan Hubungan Usaha.

Pihaknya, sudah melakukan penindakan ke 5 SPBU yang memang ads dugaan pengisian di luar kewajaran.

"Kita tau tangki-tangki minibus seperti kijang, panther itu isinya 50-60 liter. Kalau untuk motor juga tidak boleh melakukan pengisian yang berulang, kapasitas kita sesuaikan dengan paling besar paling 10-11 liter. Kita bekerjasama dengan Pemprov, stakeholder, dan kepolisian jangan berulang," tambahnya.

Pihaknya, juga akan membuatkan kartu kendali untuk mengantisipasi pengisian berulang dari satu SPBU ke SPBU lainnya yang bekerjasama dengan pihak kepolisian.

"Ini khusus subsidi, dan sekarang juga sudah jalan kita membatasi hanya 40-60 liter/hari. Jangan sampai ada pengisian tidak wajar," tambahnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved