Ulama Diminta Berikan Tausiah Soal Hukum Agama Tentang LGBT

Pemerintah Provinsi Kepualauan Bangka Belitung meminta agar para ulama dan tokoh agama agar dalam ceramah atau tausiah juga menyampaikan masalah LGBT

Ulama Diminta Berikan Tausiah Soal Hukum Agama Tentang LGBT
Bangka Pos / Krisyanidayati
Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Asyraf Suryadhin 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Asyraf Suryadhin meminta agar para ulama dan tokoh masyarakat di Babel, dalam tausiah dan ceramahnya bisa menyampaikan tentang penyimpanan masalah sosial salah satunya LGBT.

Asyraf mengatakan pihaknya sudah mendapatkan isu LGBT di media sosial, dan tak dipungkirinya hal ini ada di sekitar sehingga perlu diberikan pembinaan dan bimbingan.

"Kita menyikapi masalah sosial yang terjadi di masyarakat berkenaan dengan di media sosial perilaku menyimpang seperti LGBT. Kita sikapi dengaan berharap tokoh agama dalam beberapa bulan ke depan di kutbah Jum'at dan tausiah menyentuh hal penyimpangan ini," kata Asyraf ditemui usai menggelar pertemuan dengan para ulama di ruang rapat Tanjung Pendam, Rabu (17/10/2018).

Selain itu, menurutnya dinas pendidikan juga akan mengirimkan edaran ke sekolah-sekolah untuk mengantisipasi dsn meningkatkan pemahaman karakter siswa agar terhindar dari hal ini.

"Kalau melihat di media sosial dan perkembangan ini memang ada di kita dan belum terang-terangan. Agak susah kita menyasarnya. secara data kita belum punya data," katanya.

Ia menyebutkan, pihaknya bekerjasama dengan berbagai pihak akan memetakan jaringan LGBT ini untuk dilakukan pembinaan dan mengantisipasi.

"Yang namaya gay, lesbian ini kan sulit mereka dikenali secara fisik beda dengan bencong yang lebih mudah untuk ditelusuri. Makanya kita perlu antisipasi," ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan, tidak membiarkan jika memang menemukan hal yang seperti ini.

"Kalau merujuk pada Al-Qur'an ini ada di zaman nabi Lud, jangan sampai nanti karena ketidakpedulian kita biarkan.
Kita arahkan kita ke moral yang lebih baik, setelah ini karena akan mengarah pada actionnya," tambahnya

Asyraf menyebutkan, tidak hanya persoalan LGBT yang menjadi perhatian, namun juga masalah pernikahan dini, pendidikan akhlak juga harus segera ditangani bersama.

"Kita kedepankan persuasif, kita luruskan mereka yang tadinya menyimpang. Ini menjadi tanggungjawab kita bersama," Katanya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved