Bahar Buasan Ajak Akademisi Tingkatkan Kolaborasi Riset Kelautan dengan Nelayan Babel

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Bahar Buasan mengajak akademisi untuk meningkatkan kolaborasi riset kelautan dan perikanan

Bahar Buasan Ajak Akademisi Tingkatkan Kolaborasi Riset Kelautan dengan Nelayan Babel
Istimewa
Bahar Buasan 

BANGKAPOS.COM --  Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Bahar Buasan mengajak akademisi untuk meningkatkan kolaborasi riset kelautan dan perikanan dengan para nelayan yang berada di Babel.

Hal itu dikatakan Bahar akan berguna untuk meningkatkan hasil produksi perikanan di Babel.

"Agar para akademisi, mahasiswa berkolaborasi dengan nelayan atau industri perikanan di Babel agar jelas output-nya dalam menerapkan hasil penelitiannya," ujar Bahar Buasan.

Ia berpendapat bahwa kelautan dan perikanan perlu diperbanyak riset aplikatif dan diperbesar dana operasional untuk kebutuhan tersebut.

Sebelumnya, Bahar Buasan mengharapkan para peneliti bidang kelautan dan perikanan dapat meningkatkan riset inovasi sehingga bisa membantu penyelesaian berbagai masalah yang ada di sektor tersebut.

"Kepada akademisi yang meneliti saya berharap dapat terus berperan meningkatkan riset inovasi mendukung nelayan yang ada didaerah, agar hasil produksi nelayan dan perikanan kita meningkat," ujar Bahar Buasan.

Bahar Buasan saat ini merupakan anggota komite II DPD RI, yang salah satu bidangnya adalah soal kelautan dan perikanan. Karena itu, dirinya berharap sektor perikanan di Babel bisa maju.

Sebab, Bahar melanjutkan, perikanan merupakan salah satu ujung tombak ketahanan pangan yang ada di Babel.Dengan demikian,hal tersebut juga dinilai akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Saya berharap dengan adanya kolaborasi kedua belah pihak ini dapat memajukan perikanan di Babel. Pangan kita bisa tercukupi sehingga kita tidak perlu bergantung dengan daerah luar," ujar Bahar Buasan.

Berdasarkan data dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tingkat pencapaian riset inovasi di industri di Indonesia masih sekitar 3-5%, terpaut jauh dengan tingkat keberhasilan China (25%) ataupun Amerika Serikat dan Eropa (10-15%).

Rendahnya kesuksesan itu, ujar Bahar berkaitan dengan minimnya kerja sama antar lembaga penelitian dengan industri.

“Kita berbicara data, makanya kita tahu dimana celahnya. Oleh sebab itu, tolong para akademisi dapat saling bersinergi dengan para industri nelayan dan perikanan agar hasil daerah kita bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Bangka Belitung ini,” tutupnya. (o1)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved