Kabupaten Belitung Timur Berhasil Lampaui Target Imunisasi Measles Rubella

Kabupaten Belitung Timur berhasil melampaui target dalam pelaksanaan Imunisasi MR.

Kabupaten Belitung Timur Berhasil Lampaui Target Imunisasi Measles Rubella
Bangka Pos
Kabupaten Belitung Timur mendapatkan penghargaan saat Koordinasi Pemantauan Pelaksanaan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR)di Bangka Belitung yang dilaksanakan di Ruang Mitro Sun Hotel, Rabu (17/10). 

BANGKAPOS.COM - Kabupaten Belitung Timur mendapatkan penghargaan saat Koordinasi Pemantauan Pelaksanaan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR)di Bangka Belitung yang dilaksanakan di Ruang Mitro Sun Hotel, Rabu (17/10).

Penghargaan tersebut diberikan karena Belitung Timur berhasil melampaui target dalam pelaksanaan Imunisasi MR.

Target yang diberikan nasional 95 persen sedangkan Belitung Timur berhasil meraih sebesar 97,22 persen.

Keberhasilan ini diakui oleh Try Mario Sandy selaku Sekretaris Umum MUI Belitung Timur. Hal tersebut katanya tidak lepas dari kerjasama semua pihak yang bersama-sama ikut menggalakkan kampanye Imunisasi MR.

“Kami mengajak semua pihak untuk terlibat langsung dalam program ini. TNI/Polri, tenaga kesehatan, MUI serta perangkat-perangkat pemerintah lainnya. Awalnya kita satukan pendapat dulu di MUI, ketika ada keputusan dari pusat tentang fatwa vaksin ini mubah, kita akhirnya musyawarah dan memutuskan untuk satu suara dan menyampaikan ke masyarakat perihal masalah ini, jadi masyarakat pun tidak kebingungan dengan informasi yang beredar,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa MUI Beltim menugaskan setiap kecamatan satu anggota MUI agar selama imunisasi berlangsung para masyarakat bisa bertanya langsung akan hukumnya dan membantu berlangsungnya imunisasi.

“Di setiap puskesmas di kecamatan, kita tugaskan satu orang dari MUI, jadi setiap ada kegiatan Imunisasi MR, masyarakat bisa mendapatkan pencerahan tentang hukumnya agar menarik minat masyarakat untuk melakukan imunisasi,” terangnya.

Muhammad Yulhaidir seba­gai Kepala Dinas Kesehatan Belitung Timur juga membenar­kan tentang upaya tersebut.

“Semua rintangan sebenar­nya sama dengan kabupaten lainnya, karena pasti yang pertama ditanyakan adalah halal atau tidaknya. Karena banyak masyarakat yang masih ragu-ragu. Dan karena ragu-ragu inilah tim kami berkolaborasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan Alhamdulillah yang sebelumnya menolak akhirnya bisa ikut imunisasi juga,” ujar Yulhaidir.

Selain itu, ia dan timnya tidak hanya melakukan sosialisasi namun juga pendekatan ke masyarakat di warung-warung kopi.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved