Banyak Pengusaha Pabrik Sawit Tak Hadir, Mansah Minta Gubernur Tak Beri Izin Replanting

hanya 4 darti 17 perusahaan pabrik sawit yang hadir saat dipanggil Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.

Banyak Pengusaha Pabrik Sawit Tak Hadir, Mansah Minta Gubernur Tak Beri Izin Replanting
Bangka Pos / Hendra
DPRD Bangka Belitung menggelar rapat badan musyawarah dihadiri Satgas Sawit dan Dinas Pertanian Bangka Belitung membahas permasalahan sawit, Senin (22/10/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dari 17 perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) di Provinsi Bangka Belitung, hanya 4 perusahaan saja yang hadir saat dipanggil Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.

Mangkirnya perusahaan ini dinilai oleh anggota DPRD Bangka Belitung, Mansah sudah mempermainkan wibawa pemerintah. Karena itu, kata Mansah harus ada tindakan tegas untuk memberikan pembelajaran bagi pengusaha yang melecehkan pemerintah Bangka Belitung.

“Kita minta Gubernur jangan berikan izin replanting lagi ke mereka. Biar mereka tahu rasa sudah mempermainkan wibawa pemerintah kita,” kata Mansah dalam rapat Banmus, membahas permasalahan harga sawit di Bangka Belitung, Senin (22/10/2018).

Dia juga mengkritik Pemerintah Provinsi Bangka Belitung tidak berani mengambil tindakan tegas.

Menurutnya, pemerintah hanya diam saja saat pengusaha enggan hadir dipanggil oleh Gubernur Babel.

“Masa pemerintah disuruh pengusaha cari buyer sawit. Ini sudah melecehkan pemerintah. Dan pemerintah juga harus menunjukkan kewibawannya. Jangan didiamkan saja seperti ini, disuruh pengusaha,” tegas Mansah.

Provinsi Bangka Belitung sudah memiliki peraturan daerah yang mengatur soal perkebunan sawit. Aturan lainnya diatur pula dalam peraturan menteri pertanian.

Akan tetapi, harga sawit di Bangka Belitung kian anjlok. Pengusaha dengan dalih kapasitas lebih, tidak mau membeli sawit petani.

Bahkan ada pengusaha yang sampai rela menutup operasional pabriknya dengan alasan tekanan dari pemerintah.

Penulis: Hendra
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved