Erzaldi Sebut Perlu Kajian Lebih Dalam Untuk Mengetahui Dampak Timah Bagi Masyarakat

Dikatakan Erzaldi jika pertambangan baru dirasakan para penambang, tentunya ini belum memberikan keterwakilan bagi masyarakat

Erzaldi Sebut Perlu Kajian Lebih Dalam Untuk Mengetahui Dampak Timah Bagi Masyarakat
Dokumen Bangka Pos
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyebutkan untuk memastikan pertambangan memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat harus dilakukan kajian yang lebih mendalam.

Hal ini diungkapkan Erzaldi saat ditanyai perihal ada atau tidaknya dampak langsung pertambangan kepada masyarakat. Menurutnya, hal ini harus dilakukan penelitian terlebih dahulu.

"Ada efek langsung kepada masyarakat, tapi harus diteliti dampak lebih banyak kepada manfaat atau ruginya. Ini harus dibahas para ahli betul, harus ada data yang akurat," kata Erzaldi usai menghadiri seminar nasional pengelolaan pemanfaatan penambangan di Bumi Serumpun Sebalai akan memberikan kontribusi sumbangan pemikiran dan ide dalam tata kelola pertambangan di Babel, di Swiss-Belhotel, Senin (22/10/2018).

Lebih lanjut, Erzaldi menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara seminar dengan inisiatif untuk memperhatikan perkembangan dan pengembangan pertamabangan di Babel.

"Kita selama ini seperti tidur, enggak pernah mendapat perhatian. Selama ini kita hanya terfokus pada harga timah, berapa eskpor timah, dan pemanfaatan sumber daya tersebut. Tapi tidak pernah kita melihat apa yang didapatkan masyarakat secara utuh, secara konkrit," katanya.

Menurutnya, jika pertambangan baru dirasakan para penambang, tentunya ini belum memberikan keterwakilan bagi masyarakat. Padahal, dampak penambangan dirasakan langsung masyarakat luas, baik dampak lingkungan setelah ditambang maupun dampak dari bisnis pertimahan.

"Kita tidak menutup mata juga bahwa pertambangan timah ini berdampak kepada pertumbuhan ekonomi masyarakat, tapi dampak dari segi menambang dan kerusakan lingkungan dan lainnya belum pernah kita perhatikan lihat secara detail. Jangan-jangan nanti nambang ini malah merugikan seperti dampak banjir, tapi ini kan belum pernah kaji," katanya.

Dalam forum ini, diharapkannya ada rumusan yang dapat memandu pemerintah provinsi dalam membuat kebijakan.

"Setelah tambang timah ada lagi komodoti atau mineral ikutan lainnya yang potensi lebih besar dari timah. Ini harus kita pikirkan, jangan sampai kita dininabobobokan lagi enggak tau akan ini," tambahnya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved