Kejati Babel Tahan Dua Tersangka Korupsi Pipa PDAM Merawang

Total kisaran kerugian keuangan negara dari kegiatan proyek tersebut mencapai sekitar Rp 1,9 M.

Kejati Babel Tahan Dua Tersangka Korupsi Pipa PDAM Merawang
bangkapos/ryan
Petugas Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung tampak menggiring seorang tersangka kasus korupsi proyek Rehabilitasi Pipa Transmisi PDAM Merawang, Bangka. 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA - M Rifani alias Pepen & Judas alias Aloi, Senin (22/10/2018) sore akhirnya ditahan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel), setelah sebelumnya dua orang tersangka ini (Pepen & Aloi) sempat menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Babel.

Pantauan bangkapos.com saat itu di gedung Pidsus Kejati Babel, Pepen & Aloi, Senin (22/10/2018) sore sekitar pukul 16.00 WIB usai menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Pidsus Kejati Babel lantai dua, kedua tersangka itu terlihat sedang menuruni anak tangga dikawal petugas Kejati Babel guna digiring masuk ke dalam kendaraan operasional Kejati Babel.

Pepen saat itu terlihat menggunakan baju kaos t-shirt warna hitam sedangkan Aloi menggunakan serupa t-shirt warna gelap corak garis-garis biru.

Dua orang tersangka terkait perkara kasus dugaan korupsi proyek Rehabilitasi Pipa Transmisi Merawang, Kabupaten Bangka tahun anggaran 2016 ini saat ditemui bangkapos.com enggan berkomentar, namun kedua tersangka itu hanya melemparkan senyum.

Begitu pula dua orang penasihat hukum dua tersangka itu, Asli SH dan seorang rekannya pun tak berkomentar apapun terkait klien mereka sore itu ditahan oleh penyidik Kejati Babel.

Sementara Kepala Kejati Babel, Aditya Warman melalui Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Babel, Roy Arland membenarkan jika pihaknya, Senin (22/10/2018) sore telah melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka (Pepen & Aloi) terkait proyek Rehabilitasi Pipa Transmisi PDAM Merawang tahun anggaran 2016 senilai Rp 4,7 M namun diduga telah terjadi penyimpangan keuangan negara.

Para tersangka itu (Pepen & Aloi) usai keluar dari gedung Pidsus Kejati Babel terihat bergegas pula masuk ke dalam mobil operasional Pidsus Kejati Babel guna dibawa ke rumah tahanan (rutan) Tuatunu, Pangkalpinang sore itu juga.

"Hari ini dua orang tersangka yakni Riffani & Judas (Pepen & Aloi -- red) dilakukan penahanan oleh pihak Kejati Babel. Kedua tersangka itu dititip di rutan Tuatunu Pangkalpinang sambil menunggu proses hukum selanjutnya" kata Roy kepada bangkapos.com, Senin (22/10/2018).

Saat disinggung perihal dua orang tersangka lainnya yakni Abdul Roni dan Mulyanto (dua tersangka ini merupakan ASN) malah tidak ditahan oleh pihaknya padahal sebelumnya tim penyidik Pidsus Kejati Babel justru telah menetapkan status tersangka terhadap Abdul Roni (Kuasa Pengguna Anggaran/KPA) dan Mulyanto (selaku Pejabat Pembuat Komitmen/PPK) termasuk M Roffani dan Judas.

Namun Roy menegaskan jika dua orang tersangka lainnya Abdul Roni & Mulyanto dalam waktu dekat nanti akan dilakukan penahanan oleh pihak Kejati Babel.

"Belum tapi nanti juga akan dilakukan penahanan terhadap dua orang tersangka lainnya itu (A Roni & Mulyanto - red)," tegas Roy.

Sebagaimana berita yang pernah dilansir di bangkapos.com sebelumnya disebutkan
jika kegiatan proyek Rehabilitasi Pipa Transmisi PDAM Merawang dikerjakan oleh PT Rian Jaya Makmur (RJM) di bawah naungan intansi Satker SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Sumatera VII Provinsi Babel.

Namun dalam pelaksanaan proyek itu justru pihak Kejati Babel menilai kegiatan proyek tersebut diduga telah terjadi penyimpangan keuangan negara hingga pihak penyidik Pidsus Kejati Babel menduga total kisaran kerugian keuangan negara dari kegiatan proyek tersebut mencapai sekitar Rp 1,9 M.

Namun begitu total kisaran kerugian keuangan negara dari proyek tersebut senilai Rp 1,9 M akhirnya dikembalikan oleh para tersangka (Pepen, Aloi, Abdul Roni & Mulyanto) ke pihak Kejati Babel meski pengembalian kerugian keuangan negara itu dilakukan secara bertahap. 

Penulis: ryan augusta
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved