Perangkat Desa Jangan Gunakan Dana Desa Untuk Keperluan Pilkades

Perangkat desa diingatkan agar tidak menggunakan anggaran Desa untuk melakukan berbagai kegiatan Pemilihan Kades.

Perangkat Desa Jangan Gunakan Dana Desa Untuk Keperluan Pilkades
Bangkapos.com/Riki Pratama
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bangka Tengah Era Susanto 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wakil Ketua Komisi I DPRD Bangka Tengah Era Susanto mengingatkan perangkat desa agar tidak menggunakan anggaran desa untuk melakukan berbagai kegiatan Pemilihan Kades.

"Berkaitan dengan akan digelarnya pilkades serentak, harus membedakan dana desa yang bersumber dari APBN dan ADD dari APBD Pemkab Bateng, harus dibedakan jangan sampai menggunakan anggaran itu untuk pelaksanaan Pilkades nantinya," kata Era Susanto, politisi Golkar  kepada bangkapos.com, Senin (22/10/2018).

Era Susanto menjelaskan, berdasarkan aturan, Pasal 19 ayat (1) PP Dana Desa, Dana Desa digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan kemasyarakatan, dan Dana Desa tersebut di atas diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berdasarkan Pasal 19 ayat (2) PP Dana Desa.

"Dari uraian itu dapat disimpulkan bahwa prioritas penggunaan Dana Desa adalah untuk pembiayaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Karena berdasarkan aturan tidak boleh karena dana desa peruntukan bukan untuk Pilkades, apabila dilakukan ya akan berdampak nantinya, kalau menggunakan dana desa bisa menjadi temuan dalam menyampaikan laporanya," kata Era Susanto.

Namun, menurut Era Susanto sejauh ini belum ada temuan aparat desa di Bateng menggunakan dana desa untuk keperluan Pilkades.

"Cuman kita kadang khawatir karena pemahaman ruang lingkup di desa, takut mereka salah sehingga perlu diberitahukan. Pemerintah daerah harus aktif, jeli, mengawasi dan mensosialisasi kepada perangkat desa dalam penggunaan anggaran," ujarnya.

Ia berharap Pilkades serentak pada 27 Oktober nanti berjalan lancar, dan masing-masing calon dan pendukung menerima siapa yang menang dan kalah.

"Kita harus menerima atau legowo siapa yang menang dan kalah, jangan sampai ada benturan setelah Pilkades ini," kata Era Susanto.

Penulis: Riki Pratama
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved