Seminar Nasional Bahas Rare Earth hingga Wacana Tutup Kolong dengan Sedimentasi Sungai Musi

Seminar Nasional di Babel Ini Akan Bahas Rare Earth hingga Wacana Menutup Kolong dengan Sedimentasi Sungai Musi.

Seminar Nasional Bahas Rare Earth hingga Wacana Tutup Kolong dengan Sedimentasi Sungai Musi
BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Konferensi pers sebelum acara Seminar Nasional ‎bertajuk Pengelolaan Pemanfaatan Pertambangan di Bumi Serumpun Sebalai, Minggu (21/10/2018) malam. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Organisasi masyarakat mengatasnamakan Masyarakat Peduli Bangka Belitung akan menggelar seminar nasional bertajuk Pengelolaan Pemanfaatan Pertambangan di Bumi Serumpun Sebalai, Senin (22/10/2018) besok. Seminar akan digelar di Swiss-Belhotel, Pangkalpinang.

Ketua pelaksana seminar, Patris Lumumba mengatakan ‎acara ini digelar setelah mengamati alam Babel hingga detik ini. Dia menilai kekayaan tambang berupa timah dan mineral ikutan di dalamnya yang melimpah, belum memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Babel.

"Kita orang Babel ini masih kufur atas kekayaan ini karena tidak bisa memanfaatkannya untuk kesejahteraan Babel. Akhirnya tercetus diskusi seminar ini," ucap Patris di Swiss-Belhotel, Pangkalpinang pada acara konferensi pers, Minggu (21/10/2018) malam.

Panitia menyediakan sebanyak 175 kursi pada seminar ini. Generasi muda, tokoh masyarakat, tokoh organisasi, aktivis, hingga anggota legislatif di Babel turut diundang.

Ada 11 narasumber, seperti KPK, kepolisian, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan Perikanan, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) hingga Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), pada seminar tersebut.

"Baru dua yang konfirmasi kehadirannya, yaitu Kemen ESDM dan KLHK, KLHK, konfirm atau tidak, gaung seminar ini sudah kami suarakan," kata Patris.

Ketua Dewan Riset Daerah Babel Hatamar Rasyid menganggap seminar ini akan menjadi pencerahan bagi Babel. Sebab, menurut dia, sejak masa kolonial hingga saat ini, pengelolaan timah di Babel memiliki persoalan yang sama, yakni tidak mensejahterakan masyarakat Babel.

Karena itu, Dewan Riset Daerah Babel mendukung dan akan menjadi narasumber pada acara ini nantinya.

"Kita yang mendiami pulau ini seperti ayam yang mendiami lumbung padi," ucap dia.

Halaman
123
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved