Truk Pengangkut Batu Proyek Talud di Penyak Kembali Terbalik, Ini Kata Humas PT Vitrama

Humas PT Vitrama perusahaan tambang batu granit yang ada di Mesu angkat bicara soal kecelakaan mobil truk pembawa batu granit proyek talud

Truk Pengangkut Batu Proyek Talud di Penyak Kembali Terbalik, Ini Kata Humas PT Vitrama
istimewa
Truk pembawa batu gunung yang terbalik di jalan raya Desa Cambai, Kabupaten Bangka Tengah foto diambil Senin (22/10/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM  -  Pihak Humas PT Vitrama perusahaan tambang batu granit yang ada di Mesu menjelaskan akibat kejadian kecelakaan mobil truk pembawa batu granit proyek talud bukan sepenuhnya tanggung jawab perusahaan tetapi pihak ketiga atau distributor penyedia truk yang telah membeli batu ke perusahaan.

"Jadi sudah sering kita ingatkan pihak distributor, tetapi kita juga akan kembali melakukan pengawasan di internal di dalam terkait kelayakan mobil, akan memanggil pihak distributornya, karena dibawah naungan mereka, sebagai pembeli kita, mereka yang mendapat tender untuk pengerjaan proyek talud,"jelas Budi Humas PT Vitrama kepada wartawan, Senin (22/10/2018)

Ia menambahkan, apabila telah di luar wilayah tambang sebenarnya tidak lagi menjadi tanggungjawab pihak perusahaan tambang, namun menurutnya ada kewajiban moril yang perlu dilakukan untuk sama sama lancar dalam bekerja.

"Kalau kita sebenarnya hanya menjual jual batu di dalam wilayah tambang, dan bila sudah keluar dari wilayah tambang sebenarnya bukan jadi tanggung jawab kita, karena kita hanya jual matrial di dalam tambang. Tetapi kita juga memiliki kewajiban moril karena beli materialnya di tempat kita artinya pengawasan dan koordinasi, terus kita lakukan dengan pihak Dishub Bateng dan pernah dirazia tujuanya untuk keselamatan bersama,"ungkapnya

Disinggung soal bak truk yang tidak menggunakan penutup pada bagian belakangnya hanya dikenakan rantai untuk penahan batu, ia mengatakan memang seperti itu agar mudah menurunkan batunya.

"Memang tidak pakai tutup semua jadi batu ketika di bongkar di tempat pembokaran, nurunnya diambil satu satu dengan ekskavator (PC) , diturunkan satu satu kayak gitu memang tidak pakai tutup cuman diberikan pengamanan rantai untuk menahan batu itu,"jelasnya

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved