BK Membandel Lubang Camui TI Miliknya Belum Ditimbun, Malah Dibuang ke Lahan Reklamasi

BK belum juga menjalankan instruksi dari perintah dan pihak Sat Pol PP.

BK Membandel Lubang Camui TI Miliknya Belum Ditimbun, Malah Dibuang ke Lahan Reklamasi
Istimewa
Gundukan bekas tambang milik BK yang belum di timbun 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wacana dan Realisasi penutupan lubang camui Tambang Inkonvensional (TI) milik BK di belakang kantor Bupati Bangka Selatan, hanya isapan jempol belaka.

Sebab sampai saat warga simpang Ampera, Toboali Bangka Selatan itu belum juga menjalankan instruksi dari perintah dan pihak Sat Pol PP.

Bahkan kala itu, pihak Sat Pol pp sempat menyita kunci kontak ekskavator. Kunci ekskavator tersebut dikembalikan Sat Pol PP, dengan catatan BK angkat kaki serta menutup kembali lubang camuy bekas tambang ilegal tersebut.

Kepala Wasprod IV PT Timah wilayah Bangka Selatan Edy Suryadi, melalui Pengawas Tambang (Wastam) Rusli, membenarkan jika sampai saat ini BK belum juga menutup lubang galian bekas tambang miliknya.

Bahkan diakui Rusli, gundukan bekas galian tambang BK tersebut dibuang ke lahan bekas pemerataan reklamasi PT Timah. Sementara eksavator milik BK, tak lagi berada di lokasi.

"Tadi saya cek ke lokasi timbunan lubang itu belum ditutup dan timbuannya di buang ke lahan perataan persiapan untuk reklamasi kami," ujar Rusli di kantor nya, Selasa (22/10/2018)

Sementara Kepala Sat Pol PP Kabupaten Bangka Selatan, Saut Ritonga, tak berkomentar banyak saat ditanya soal kewajiban BK yang tak kunjung dilakoni.

Selain itu, dirinya juga belum bisa memastikan apakah lubang camuy tersebut telah ditutup BK. Namun rencannya, besok Saut akan mengecek temuan tersebut.

Padahal sebelumnya Saut mengaku alasan pihaknya mengembalikan kunci kontak ekskavator tersebut lantaran BK telah menjalankan intruksi pihaknya yang meminta supaya menyetop segala aktifitas pertambangan dan menimbun lubang camuy.

" Owh ya sudah, besok aja kita lihat ya," ujar Saut singkat, Selasa (22/10/2018).

Diberitakan sebelumnya, pihak satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka Selatan, menyita kunci kontak eksavator (PC) milik BK, warga Simpang Ampera Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Penyitaan ini, lantaran PC milik BK kedapatan beroperasi di Tambang Inkonvensional (TI) persis di belakang kantor Bupati Bangka Selatan.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved