Ganggu Pemukiman, Warga Minta dan Awasi Pekerja TI Ilegal di Kolong Bravo Bongkar Mesin

Sebelumnya, mereka telah memprotes keberadaan mesin para penambang ini dan mengancam mesin-mesin tersebut bakal dibakar

Ganggu Pemukiman, Warga Minta dan Awasi Pekerja TI Ilegal di Kolong Bravo Bongkar Mesin
BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Pekerja tambang inkonvensional ilegal di Kolong Bravo, Kelurahan Dul, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, membongkar unit mesin TI mereka, Selasa (23/10/2018) sore. Aktivitas penambangan ilegal ini merugikan mas‎yarakat sekitar karena membuat kawasan pemukiman menjadi rawan longsor. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM  - Belasan warga RT 14, Jalan Bravo, Kelurahan Dul, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, menyaksikan pembongkaran mesin tambang inkonvensional (TI) ilegal di Kolong Bravo, Selasa (23/10/2018) petang ini. Sebelumnya, mereka telah memprotes keberadaan mesin para penambang ini dan mengancam mesin-mesin tersebut bakal dibakar jika tak segera ditertibkan.

Ketua RT 14, Kwan Men mengatakan aktivitas TI ilegal ini mengganggu pemukiman warga sekitar. Jaraknya hanya sekitar 10 meter dari pemukiman warga terdekat.

Warga khawatir aktivitas tersebut mengakibatkan pemukiman mereka rawan longsor.

"Kalau longsor siapa yang tanggung jawab. Ini protes warga di sini," ujar Kwan Men.

Warga, Kwan Men melanjutkan, tak tahu siapa bos TI ilegal di kawasan ini. Pekerjanya pun bukan dari warga sekitar.

Baru-baru ini, warga juga telah menegur aktivitas ini. Bukannya berhenti, pekerjanya malah marah-marah mendatangi rumah warga.

"Justru mau pukul ibu-ibu lagi.‎ Jadi kami minta setop saja," katanya.

Kwan Men menyatakan aktivitas TI yang tepat berada di pagar belakang Hypermart Jalan Koba, Bangka Tengah ini, telah berlangsung setahunan. Warga geram karena meskipun penertiban berulang kali telah dilakukan, aktivitas TI ilegal terus berulang.

"Sudah ditertibkan, balik lagi. Saya rasa sudah puluhan kali. Pernah dibakar, diangkut mesinnya oleh Satpol PP. Tetap masih tidak jera-jera. Ini sudah mengganggu warga. Malam mereka kerja juga, dari pagi juga kerja. Ditertibkan siang, malam kerja, ditertibkan malam, subuhnya kerja," kata Kwan Men

Pantauan bangkapos.com di lokasi, sejumlah unit mesin TI itu tampak dibongkar oleh para pekerjanya. Mereka tampak membongkar mesin dan menggotong selang saluran pembuangan limbah aktivitas tambang.

Pembongkaran tampak diawasi sejumlah anggota Satpol PP Babel, Lurah Dul, petugas kepolisian, dan belasan warga sekitar.‎ Kwan Men mengatakan, kawasan ini adalah kolong bekas penambangan timah.

"Warga berharap, jangan ada lagi penambangan (TI) ini di sini‎," kata Kwan Men. 

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved