Penertiban TI Ilegal Kolong Bravo, Satpol PP Ambil Langkah Preventif Hindari Bentrokan Warga

Penambang kembali lagi beraktivitas karena lokasi ini menghasilkan timah.

Penertiban TI Ilegal Kolong Bravo, Satpol PP Ambil Langkah Preventif Hindari Bentrokan Warga
BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Kasi Ops Satpol PP Babel Sandy Aji 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM - Kesi Ops Satuan Polisi Palong Praja Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sandy Aji mengatakan, pihaknya bersama Polsek Pangkalan Baru segera datang ke Kolong Bravo sewaktu mendapatkan informasi adanya rencana warga menertibkan aktivitas tambang inkonvensional (TI) ilegal di kolong tersebut. Dikhawatirkan warga akan bentrok dengan pekerja TI ilegal.

"Warga ini tadinya sudah siap-siap menertibkan aktivitas ini secara 'adat'. Kami ambil langkah preventif dan persuasif untuk menghindari bentrokan warga dengan penambang," kata Sandy Aji di lokasi Kolong Bravo, Selasa (23/10/2018) petang.

Petugas dari Satpol PP Babel kemudian berdialog dengan para penambang yang diminta membongkar sendiri peralatan kerja mereka.

"Kami persilakan mereka rapikan sendiri, dibawa dari lokasi ini karena memang sudah dekat dengan pemukiman warga. Dilihat kasat mata, jaraknya hanya sekitar 10 sampai 20 meter saja," kata Sandy.

Dia mengatakan, pihaknya telah berulang kali melakukan penertiban dan mengangkut mesin-mesin TI ilegal di kawasan Kolong Bravo. Tetapi, persoalannya, selesai ditertibkan, penambangan kembali beraktivitas.

Menurut dia, penambang kembali lagi beraktivitas karena lokasi ini menghasilkan timah.

"Saya saja sudah tiga kali angkat mesin di sini. Teguran lisan itu bisa lebih dari lima kali. ‎Mereka tidak jera ini karena hasilnya, sepertinya di sini, ada timahnya. Ini faktor utamanya mereka kembali, warga sipil semua di sini. Tadi kami pantau ada lima unit mesin TI di sini, kami minta itu dibongkar semua, sebelum terjadi bentrokan fisik dengan warga," beber Sandy.

Sebelumnya,‎ belasan warga RT 14, Jalan Bravo, Kelurahan Dul, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, menyaksikan pembongkaran mesin tambang inkonvensional (TI) ilegal di Kolong Bravo, Selasa (23/10/2018) petang. Sebelumnya, mereka telah memprotes keberadaan mesin para penambang ini dan mengancam mesin-mesin tersebut bakal dibakar jika tak segera ditertibkan.

Ketua RT 14, Kwan Men mengatakan, aktivitas TI ilegal ini mengganggu pemukiman warga sekitar. Jaraknya hanya sekitar 10 meter dari pemukiman warga terdekat.

Warga khawatir aktivitas tersebut mengakibatkan pemukiman mereka rawan longsor. "Kalau longsor siapa yang tanggung jawab. Ini protes warga di sini," ujar Kwan Men.

Pantauan bangkapos.com di lokasi, sejumlah unit mesin TI itu tampak dibongkar oleh para pekerjanya. Mereka tampak membongkar mesin dan menggotong selang saluran pembuangan limbah aktivitas tambang.

Pembongkaran tampak diawasi sejumlah anggota Satpol PP Babel, Lurah Dul, petugas kepolisian, dan belasan warga sekitar.‎ Kwan Men mengatakan kawasan ini adalah kolong bekas penambangan timah.

"Warga berharap, jangan ada lagi penambangan (TI) ini di sini‎," kata Kwan Men. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved