Tangki Perusahaan Penuh Sebabkan Perusahaan Tak Beli Kelapa Sawit Petani Mandiri

Armaini membeberkan hasil tim turun ke dua perusahaan kelapa Sawit di Kabupaten Bangka

Tangki Perusahaan Penuh Sebabkan Perusahaan Tak Beli Kelapa Sawit Petani Mandiri
Dokumen Bangka Pos
Kondisi kebun petani non plasma di Kabupaten Bangka. Tampak seorang pemetik buah sawit (TBS) di lokasi kebun rakyat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM - Sekretaris Satgas Kelapa Sawit Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Armaini mengatakan hasil tim turun ke dua perusahaan kelapa Sawit di Kabupaten Bangka ditemukan tangki penampungan CPO dalam keadaan penuh sehingga tidak bisa membeli sawit petani mandiri.

Perusahaan yang didatangi yakni PT Gunung Maras Lestari dan THEP Tata Hamparan Eka Persada di Kabupaten Bangka.

"Dari hasil kita dua perusahaan ini hampir sama intinya bahwa tangki penampungannya masih penuh, dan belum ada buyer yang beli. Otomotis daripada produksi kembali karena enggak ada tempat penampungan sehingga dihentikan. Kita sudah cek langsung keberatan kondisi pabrik tidak aktivitas untuk produksi CPO," katanya, Selasa (23/10/2018).

Menurutnya, pihaknya telah meminta keterangan perusahaan belum dikirimnya CPO ini.

"Tim minta penjelasan apa persoalan pabrik enggak bisa jual itu, mereka menunjukkan bukti kontrak sampai sekarang baik tangki di Pangkalbalam masih menunggu buyer yang mau membeli," tambahnya.

Mengenai harga pembelian ke petani sawit mandiri, ia menyebutkan dua perusahaan itu membeli sesuai ketentuan pemerintah Rp 995/kg.

"Tadi kita ingatkan ke perusahaan untuk meningkatkan produksi CPO, petani mandiri untuk segera membentuk koperasi sehingga tidak ada mata rantai yang panjang sehingga harga lebih tinggi," katanya.

Ia menambahkan, kendala lain yang dihadapi ialah tidak adanya tongkang untuk mengangkut CPO

"Solusi menekan buyer untuk bisa menekan untuk membeli, ada kndala buyer terkait kendala tongkang untuk bawa ke buyer, belum ada kapal yang disewakan untuk tongkang," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved