Mesin Penambang Timah Kolong PDAM Ditemukan di Semak Belukar

Diduga benda ini untuk mendukung aktivitas tambang inkonvensional (TI) di kolong Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Mesin Penambang Timah Kolong PDAM Ditemukan di Semak Belukar
Pos Belitung/Disa Aryandi
Sejumlah alat penambangan yang diamankan oleh Satpol PP Kabupaten Belitung, Rabu (24/10). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM - Satu unit mesin robin dan sejumlah selang berdiameter besar, Rabu (24/10/2018) sudah diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung. Diduga benda itu untuk mendukung aktivitas tambang inkonvensional (TI) di kolong Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Petugas menemukan alat tambang ini tersembunyi disemak belukar, tidak jauh dari sakan penambang timah. Benda itu tertutup ranting dan rumput - rumput agar tidak terlihat orang. Petugas menemukan benda ini, ketika melakukan pengecekan secara langsung di kolong PDAM tersebut.

"Orang yang bekerja tidak kami temukan, hanya barang-barang tambang saja yang kami temukan. Alat-alat itu kami dapatkan di semak belukar dari lokasi titik penambangan. Semua nya langsung kami amankan," kata Kasi Perda Satpol PP Kabupaten Belitung Azari kepada Posbelitung.co, Rabu (24/10/2018).

Alat penambangan yang diamankan oleh petugas, satu unit mesin robin, tiga unit sakan, dan dua pipa berukuran besar. Namun dari hasil pengecekan dilapangan, petugas tidak menemukan kegiatan penambangan yang membuat sumber air baku menjadi keruh dan berwarna coklat tersebut.

"Hanya barang-barang tambang saja yang kami temukan, sewaktu kami kesana tidak ada aktivitas. Kalau sakan yang lainnya, sudah kami lepaskan dari posisi nya dan kami singkirkan, tapi dalam kondisi hancur," ucapnya.

Kata Azari, mereka belum mengetahui siapa pemilik dari mesin tambang tersebut hingga kini. Namun setelah peralatan tambang ini diamankan, diharapkan pemilik bisa hadir ke kantor Satpol PP untuk memberikan penjelasan kepada petugas.

"Kalau ada yang merasa mesin dan peralatan itu punya mereka, silahkan datang ke kantor kami. Kami harapkan kedatangan mereka, agar kami bisa memberikan pembinaan secara langsung," bebernya.

Agar kegiatan penambangan tersebut tidak terulang kembali, lanjut Azari, mereka akan terus melakukan patroli secara langsung diseputaran wilayah kolong PDAM.

"Tentunya sambil berjalan, kami akan berkoordinasi dengan PDAM untuk melakukan pemantauan juga. Ya mudah - mudahan sudah tidak ada lagi yang melakukan penambangan di daerah tersebut," pungkasnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved