Puluhan Ribu Bibit Nila Mati, Ulah Pencemaran Tambang Liar di Aliran Sungai Kolam BBI UPTD Bateng

Akibat ulah tambang ilegal membuat ribuan bibit ikan dan ratusan indukan ikan nila yang ada di Balai benih ikan (BBI) mati

Puluhan Ribu Bibit Nila Mati, Ulah Pencemaran Tambang Liar di Aliran Sungai Kolam BBI UPTD Bateng
bangkapos/riki
Kepala UPTD Perikanan Budidaya, Dinas Perikanan, Hermanto, menunjukkan kolam yang tercemar limbah tambang liar foto diambil, Rabu (24/10/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM --  Akibat ulah tambang ilegal membuat ribuan bibit ikan dan ratusan indukan ikan nila yang ada di Balai benih ikan (BBI) UPTD Perikanan Budidaya Dinas Perikanan mati, pada Rabu (24/10/2018).

Kepala UPTD Perikanan Budidaya, Dinas Perikanan, Hermanto, mengatakan sebanyak 20 ribu lebih bibit ikan nila dan 300 indukan ikan nila mati karena air kolam yang tercemar limbah tambang yang ada di hulu sungai kolam retensi Pemda.

"Penyebab pencemaran bawaan karena adanya penambang liat , yang limbahnya sampai ke kolam, seperti cairan oli dan cairan minyak di aliran sungai yang mengalir hingga ke kolam, akibatnya banyak bibit mati yang berada di dalam kolam BBI,"jelas Hermanto kepada wartawan, Rabu (24/10/2018)

Akibat dari banyak nya mati, pihak UPTD tidak bisa melayani para permintaan warga yang menginginkan bibit ikan dari BBI Koba.

"Permintaan bibit masyarakat tidak bisa di penuhi, permintaanya sampai 200 ekor ikan nila, itu nilainya mencapai Rp 40 juta,"ungkapnya

Dari maraknya aktivitas tambang liar di hulu sungai yang berada di tanah milik Pemkab Bateng ini, sangat meresahkan pihak UPTD, karena para penambanh sudah sering diperingati dan ditindak namun tetapi saja masih membandel.

"Mereka ini sudah rutin ditertibkan, tetapi itulah setelah dua hari mereka turun lagi, seperti itu seterusnya, padahal sudah daei Pol Air , dan Pol PP yang menertibkanya,"lanjutnya

Ia mengharapkan, para aparat bisa menghentikan aktivitas tambang liar ini, agar air aliran sungai yang menjadi penyuplai kolam BBI kembali bening dan bibit ikan bisa hidup bebas.

"Harapan kami ada solusi mungkin kalau penambang ini di hentikan susah, tapi air kami harapkan tetap bersih bagaimana solusinya, ini perlu ada sikap tegas dari aparat untuk penertipanya,"lanjutnya

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved