Peringatan HAN dan Launching Gugus Tugas Serta RAD Bangka Barat Menuju Kabupaten Layak Anak

DP2KBP3A menggelar Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Menuju Kabupaten Layak Anak Kabupaten Bangka Barat Tahun 2018.

Peringatan HAN dan Launching Gugus Tugas Serta RAD Bangka Barat Menuju Kabupaten Layak Anak
Humas Pemkab Babar
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan launching Gugus Tugas serta Rencana Aksi Daerah (RAD) Menuju Kabupaten Layak Anak Kabupaten Bangka Barat Tahun 2018 di Gedung Graha Aparatur Muntok, Rabu (24/10). 

BANGKAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan launching Gugus Tugas serta Rencana Aksi Daerah (RAD) Menuju Kabupaten Layak Anak Kabupaten Bangka Barat Tahun 2018 di Gedung Graha Aparatur Muntok, Rabu (24/10).

Acara yang mengambil tema ‘Anak Indonesia, Anak Genius (Gesit Empati Berani Unggul Sehat)’ ini diisi dengan lomba menggambar bertajuk beragam budaya menuju Kabupaten Layak Anak.

Wakil Bupati Markus, SH yang hadir dalam acara tersebut mengatakan peringatan HAN merupakan hari yang sepenuhnya menjadi milik anak Indonesia tanpa terkecuali, sehingga
setiap anak khususnya anak Bangka Barat memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri dalam berbagai kegiatan yang positif.

Ada banyak sekali anak-anak Indonesia saat ini yang mengharumkan nama bangsa dengan
prestasinya dari berbagai aspek perlombaan baik di tingkat daerah, nasional bahkan internasional. 

“Bukan hanya pendidikan saja yang harus kita bekali untuk mengantar mereka menjadi seorang pemimpin akan tetapi pemenuhan hak-hak anak serta perilaku dan akhlak yang baik menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Ini sejalan dengan konsep pembangunan yang berkualitas bahwa aspek sumber daya manusia menjadi modal dasar yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan,” kata Wabup.

Semoga dengan peringatan HAN tingkat daerah dan launching Gugus Tugas Serta Rencana Aksi Daerah Menuju Kabupaten Layak Anak Kabupaten Bangka Barat Tahun 2018 menjadi komitmen bagi peningkatan pemenuhan hak dan perlindungan anak Indonesia dapat terus ditingkatkan untuk menjadikan anak Indonesia sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.

“Semoga ini akan dapat memberikan kontribusi terhadap pemenuhan hak tumbuh kembang anak di Negeri Sejiran Setason yang kita cintai ini,” tutur Wabup.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dra Susanti, MAP menambahkan, anak adalah seseorang yang berusia sebelum 18 tahun
termasuk yang masih ada di dalam kandungan. Seperti diketahui bahwa anak
mempunyai empat hak sesuai konvensi hak anak yaitu hak hidup, hak tumbuh kembang,
hak perlindungan dan hak partisipan.

Anak Indonesia adalah anak yang genius, seperti yang diketahui program ini merupakan program lanjutan dari tahun 2017 dengan tema ‘Saya Anak Indonesia Saya Gembira’ selanjutnya di tahun 2018 menjadi Saya Anak Indonesia Saya Genius.

Artinya bahwa pada 2017 yang lalu anak-anak di Bangka Barat ini sudah bahagia karena jika mereka bahagia maka mereka akan menjadi anak yang genius seperti yang diketahui anak genius itu adalah anak yang smart, cerdas dan berkarakter. Bagaimana menciptakan anak yang genius dengan visi tertip, empati, unggul dan cermat.

“Peringatan HAN merupakan upaya semua untuk menggugah kepedulian bersama melindungi anak-anak kita dengan memenuhi empat haknya sekaligus mengajak
seluruh komponen untuk bersama-sama bersinergi dalam rangka pemenuhan
hak anak dan upaya-upaya itu yang kita sebut KLA. Saat ini di Provinsi Bangka Belitung
baru satu kabupaten yang layak anak itupun baru masuk kriteria madia,” jelas
Susanti.

Kabupaten layak anak memiliki lima tahapan KLA Pratama, Madia, Mindia, Utama dan KLA itu sendiri.

Di Indonesia baru ada dua kota yang menjadi KLA yaitu Solo dan Surabaya. KLA
merupakan pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan
khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan yang didukung dari semua pihak sehingga sangat penting untuk menjadi kabupaten
sebagai KLA.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Bangka Barat Markus, SH, Kepala
Dinas DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dra Susanti, MAP, Kajari Dr Neva Sari Susanti, SH, M.Hum, Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Bangka Barat H Ismail, S.Ag, Perwakilan Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua DWP, Kepala OPD, Camat, Guru dan Anak Sekolah se-Kabupaten Bangka Barat(Adv may/mely)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved