KPK Tangkap 8 Anggota DPRD Kalteng, Diduga Tak Hanya Sekali Terima Suap

14 orang yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Jakarta diduga tak hanya sekali melakukan transaksi.

KPK Tangkap 8 Anggota DPRD Kalteng, Diduga Tak Hanya Sekali Terima Suap
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat memberikan keterangan pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017). Febri Diansyah mengungkapkan bahwa KPK tengah mempertimbangkan mengambil langkah untuk memasukkan Ketua DPR RI Setya Novanto dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - 14 orang yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Jakarta diduga tak hanya sekali melakukan transaksi suap pengawasan bidang perkebunan dan lingkungan hidup. 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan penyidik KPK, lanjut Febri, meyakini transaksi yang dilakukan kali ini bukanlah pertama.

Diduga sebelumnya sudah ada pemberian suap pada anggota DPRD Kalteng yang melakukan pengawasan di bidang perkebunan dan lingkungan hidup tersebut.

Soal status hukum 14 orang tersebut, diungkap Febri akan diumumkan dalam konferensi pers siang, Sabtu (27/10/2018) oleh pimpinan KPK.

Baca: Ratna Sarumpaet Dikabarkan Sakit dan Susah Makan di Tahanan

Sejak Jumat (26/11/2018) siang hingga malam kemarin seluruhnya sudah berada di gedung KPK.

"8 anggota DPRD Kalteng dan 6 pihak swasta sudah di KPK, pada mereka dilakukan pemeriksaan secara intensif," ucap Febri di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Selain mengamankan 14 orang, Satgas KPK juga mengamankan pula barang bukti uang ratusan juta rupiah diduga barang bukti suap terkait perkebunan sawit.

"Penyidik memiliki waktu 1x24 jam untuk memeriksa 14 orang yang diamankan. Besok akan dijelaskan rinci soal konstruksi perkara," tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Basaria Panjaitan membenarkan lembaganya melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta sejak Jumat (26/10/2018) siang tadi.

"Sejak siang sampai malam ini ada 14 orang yang diamankan dari pihak DPRD Kalteng dan pihak swasta. Mereka telah dibawa ke kantor KPK untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," ucap Basaria dalam pesan singkatnya pada awak media.

Mantan Polwan bintang dua ini ‎menduga telah terjadi transaksi antara pihak DPRD Kalteng dengan swasta terkait pelaksanaan tugas DPRD dalam bidang perkebunan dan lingkungan hidup.

Baca: Bayi Kembar Tujuh Pertama di Dunia, Dulu Viral Begini Kabar Mereka Sekarang

Selain mengamankan 14 orang, lanjut Basaria, Satgas KPK turut pula menyita uang ratusan juta sebagai bagian dari komitmen fee.

"Informasi lebih lanjut akan disampaikan nanti setelah status pihak-pihak yaang diamankan tersebut sudah ditentukan maksimal dalam waktu 24 jam. Setelah itu akan disampaikan melalui Konferensi Pers besok Sabtu (26/10/2018)," tambah Basaria. (Tribunnews.com/Theresia Felisiani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 8 Anggota DPRD Kalteng dan 6 Kalangan Swasta yang Terjaring OTT KPK Diduga Tak Sekali Bertransaksi, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/10/27/8-anggota-dprd-kalteng-dan-6-kalangan-swasta-yang-terjaring-ott-kpk-diduga-tak-sekali-bertransaksi.
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Anita K Wardhani

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved