Tradisi Koposan, Berjalan di Atas Bara Api, Membakar Sifat-sifat Buruk

Ini budaya leluhur, ritual injak bara api atau koposan. Beda dari budaya koposan di Bangka, kalau kami

Tradisi Koposan,  Berjalan di Atas Bara Api, Membakar Sifat-sifat Buruk
Bangkapos/Alza Munzi
Atraksi koposan yang dilakukan taipak dan umat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Seorang pria berpakaian serba putih berdiri di depan belasan

orang yang mengelilinginya di depan kelenteng Budi Dharma, Desa Kayu Besi, Kabupaten Bangka

Tengah, Jumat (26/10) malam.

Sesaat dia terdiam, lalu pria berambut panjang yang nyaris seluruhnya memutih itu berjalan di atas

bara dengan api menyala di sekelilingnya.

Tak ada ekspresi sakit dirasakan pria yang dipanggil Suhu Rudhy Langlangbuana itu.

Seperti dikomando, taipak, umat dan warga mengikuti Suhu Rudhy, berjalan di atas bara api.

Atraksi tersebut merupakan bagian dari budaya untuk memeriahkan ulang tahun Dewi Kwan Im di Desa Kayu Besi.

"Ini budaya leluhur, ritual injak bara api atau koposan. Beda dari budaya koposan di Bangka,

kalau kami pakai arang. Kalau di Bangka pakai kayu yang dibakar," kata Suhu Rudhy di sela atraksinya.

Halaman
123
Penulis: Alza Munzi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved