Diduga Buka Tambang Ilegal di Kawasan Hutan Produksi, Pria Ini Diadili

Proses pelimpahan perkara dilakukan oleh Tim Gakum Kemenhut RI, tiga pekan silam kepada Penuntut Umum Kejari Bangka.

Diduga Buka Tambang Ilegal di Kawasan Hutan Produksi, Pria Ini Diadili
Dokumen Bangka Pos
Tampak Tim Satpol PP Bangka memantau beberapa lokasi kawasan hutan produksi (HP) di Kecamatan Belinyu yang rusak ditambang tambang ilegal. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM -- Heris Sunandar (41), Selasa (30/10/2018) diadili. Terdakwa 'dimeja-hijaukan ' karena diduga menambang timah di Kawasan Hutan Produksi (HP) Desa Cit Kecamatan Riausilip Bangka.

Proses sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Sarah Louis Simanjuntak, didampingi dua hakim anggota, Jonson Parancis dan Beny Yoga Dharma. Bertindak selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ary Pratama dan Herdini, dari Kantor Kejari Bangka.

Agenda sidang perdana berupa pembacaan surat dakwaan oleh JPU, Ary Pratama di hadapan majelis hakim. Terdakwa Heris Sunandar didampingi Pengacara, Budiono ketika itu hanya mendengarkan isi surat dakwaan yang dibacakan jaksa.

Perkara ini terjadi seiring adanya ungkap kasus oleh Tim Penegakan Hukum (Gakum) Kementrian Kehutanan (Kemenhut) RI, beberapa waktu lalu di Desa Cit Riausilip Bangka. Tim Gakum Kemenhut datang ke lokasi dan menyita beberapa barang bukti. Tim Gakum Kemenhut juga memeriksa para saksi, yang kemudian menetapkan Heris Sunandar yang berstatus sebagai Warga Desa Cit, sebagai tersangka pemilik tambang ilegal yang dimaksud.

Pasca penetapan Tersangka, Heris Sunandar kemudian masuk dalam tahanan. Proses pelimpahan perkara dilakukan oleh Tim Gakum Kemenhut RI, tiga pekan silam kepada Penuntut Umum Kejari Bangka. Sekitar dua pekan berlalu, perkara diadili di PN Sungailiat.

"intinya Terdakwa Heris Sunandar diduga mengekploitasi hutan, melakukan penambangan di kawasan hutan dan memasukan alat berat di kawasan hutan yang diduga untuk aktifitas tambang. Dia kita dakwakan menggunakan Undang-Undang Kehutanan Nomor 18 Tahun 2013," kata JPU Ary Pratama didampingi JPU Herdini di PN Sungailiat, Selasa (30/10/2018).

Budiono Pengacara Terdakwa Heris Sunandar, dikonfirmasi terpisah, Selasa (30/10/2018) menyatakan, sidang akan dilanjutkan pada agenda pemeriksaan saksi.

"Proses sidang masih panjang, dan pada saatnya nanti, kita akan lakukan peldoi (pembelaan), dan kemungkinan menghadirkan saksi meringankan (ad charge) bagi terdakwa," kata Budiono.

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved