Buah Tak Laku Limbah Sawit Tebar Bau, Petani Desa Bakam Protes ke Pabrik CPO PT THEP

Mereka mengajukan protes di Pabrik CPO PT THEP, Kamis (1/11/2018). Penyebabnya karena pabrik perusahan ini tak mau membeli buah (TBS) petani mandiri

Buah Tak Laku Limbah Sawit Tebar Bau, Petani Desa Bakam Protes ke Pabrik CPO PT THEP
ist
Suasana pertemuan perwakilan Petani keccantab Bakam dengan PT THEP di Ruang Pertemuan Pabrik CPO PT FHEP di Kecamatan Puding Besar Bangka, perbatasan Kecamatan Bakam. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKA POS.COM, BANGKA-- Lagi-lagi petani kebun kelapa sawit mandiri dan pedagang pengumpul bereaksi. Kali ini mereka berasal dari Desa Bakam Kecamatan Bakam Bangka.

Mereka mengajukan protes di Pabrik CPO PT THEP, Kamis (1/11/2018). Penyebabnya karena pabrik perusahan ini tak mau membeli buah (TBS) petani mandiri.

Tak hanya itu, petani protes, karena limbah pabrik CPO perusahaan ini mencemari lingkungan mereka.

Awalanya ada ratusan petani dan pedagang pengumpul tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kecamatan Bakam yang bakal berunjuk rasa.

Namun rencana pergerakan massa dalam jumlah besar, dibatalkan. Hanya puluhan perwakilan saja yang diutus ke perusahan ini.

Mereka kemudian mengajukan protes, sekaligus tuntutan agar PT THEP kembali membeli buah sawit rakyat.

"Semula kita ajukan untuk demo, namun kita batalkan dengan hanya mengirim perwakiln saja ke Pabrik CPO PT THEP," kata Mashur, perwakilan petani sawit sekaligus Korlap aksi, usai mendatangi Pabrik CPO, PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP) lokasi di perbatasan Kecamatan Puding dan Kecamatan Bakam.

Mashur mengaku ia dan rekan seprofesi, termasuk pedagang pengumpul sempat kecewa. Karena rencana kedatangan mereka yang sudah disampaikan jauh hari sebelumnya, seolah dipandang remeh.

"Karena kami hanya diterima oleh Menejer pabirk, yaitu Pak Nurjayanto. Padahal kami ingin bertemu dengan manajemen pimpinan perusahaan," katanya.

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved