Empat Tahanan Praperadilankan Kapolres Bangka

proses sidang sudah bergulir. Agenda sidang, Kamis (1/11/2018) berupa pemeriksaan saksi, dan berlanjut selama tujuh hari.

Empat Tahanan Praperadilankan Kapolres Bangka
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kapolres Bangka dipraperadilankan. Gugatan diajukan oleh empat orang tahanan kantor kepolisian resort ini, Tersangka Mastur, Pidi, Burhan dan Irpan.

Sidang praperadilan tersebut sedang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat Bangka, Kamis (1/11/2018).

Kasus itu berawal saat keempat buruh pemetik tandan buah segar (TBS), Mastur, Pidi, Burhan dan Irpan, ditangkap dan ditahan oleh Satreskrim Polres Bangka.

Buruh pemetik buah sawit ini dituduh mencuri di kebun milik PT THEP. Padahal mereka menganggap, kebun itu milik Koperasi Miranti Plasma di Desa Mabat Kecamatan Bakam Bangka.

Kasus sengketa kebun sawit 276 hektare antara PT THEP dengan Koperasi Miranti Plasma memang sudah diputuskan oleh PN Sungailiat hingga MA.

Namun petani koperasi menilai, putusan belum inkrah, sehingga pihak koperasi tetap memetik TBS di kebun tersebut. Namun faktanya, saat empat buruh petik, Mastur, Pidi, Burhan dan Irpan melakukan.

Proses panen, mereka malah dituduh mencuri. Mereka ditangkap dan dijebloskan ke dalam sel Mapolres Bangka di Sungailiat. Karena merasa diperlakukan tak adil, empat tahanan ini mengajukan praperadilan.

Ketua PN Sungailiat, Sarah Louis Simanjuntak diwakili Humas I, Jonson Parancis dikonfirmasi Bangka Pos Groups, Kamis (1/11/2018) menyatakan proses sidang sudah bergulir. Agenda sidang, Kamis (1/11/2018) berupa pemeriksaan saksi, dan berlanjut selama tujuh hari.

"Sidang dipimpin oleh Hakim Tunggal PN Sungailiat, Joni," katanya.

Mengenai penyebab praperadilan, Jonson menyebut berdasarkan pengakuan pihak pemohon, yaitu Tersangka Mastur, Pidi, Burhan dan Irpan, menyatakan bahwa penangkapan dan penahanan mereka oleh polisi dianggap tidak sah.

Namun sebaliknya, pihak kepolisian beranggapan berbeda, menyebut sudah sesuai prosedur.

" Nah tinggal nanti pembuktiannya kita lihat saja nanti di putusan hakim pada perkara praperadilan ini," kata Jonson.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved