Dengan Perda, Rudianto Tjen Upayakan Harga Komoditas di Babel Stabil

Harga komoditas pertanian di Bangka Belitung (Babel) seperti karet, sawit dan lada mengalami kemerosotan dari sebelumnya

Dengan Perda, Rudianto Tjen Upayakan Harga Komoditas di Babel Stabil
Istimewa
Rudianto Tjen 

BANGKAPOS.COM -- Belakangan ini, harga komoditas pertanian di Bangka Belitung (Babel) seperti karet, sawit dan lada mengalami kemerosotan dari sebelumnya, ini akan menjadi permasalahan yang akan merembet pada melemahnya perekonomian warga Babel itu sendiri.

Rudianto Tjen akan terus berupaya agar tiga harga hasil pertanian di Babel tersebut kembali normal.

"Saya akan terus mengupayakan harga karet, sawit dan lada di Babel kembali normal," kata Rudianto, Jumat (02/11/2018).

Menurut Rudianto, merosotnya harga komoditi tersebut bukan murni kesalahan petani, melainkan juga pihak Pemerintah Daerah dalam menentukan harga pasaran.

Rudianto selanjutnya menerangkan bahwa harga karet, sawit dan lada di beberapa daerah lain seperti Palembang, Jambi dan Lampung, harga komoditi tersebut jauh di atas Babel.

"Harga di Palembang, Jambi, Lampung tidak seperti kita. Artinya ada masalah di Babel. Masalahnya bukan di kita sebagai rakyat, tapi sistem perdagangan yang dikendalikan Pemda," jelas Rudianto

Terkait masalah anjloknya harga tiga komoditi ini, Rudianto menyinggung aturan yang menopang harga karet saat pemerintahan Gubernur Rustam Effendi.

Di mana saat itu, telah disepakati perihal harga terendah dari karet adalah Rp 8.000 , bila harga karet dibawah nominal tersebut, maka Pemda akan membayarkan kekurangan tersebut pada petani.

"Di zaman Pak Rustam, bersama DPRD membuat penyangga harga karet minimal Rp 8.000. Kalau dibawah itu, di petani harganya tetap Rp 8.000, sisanya dibayarkan Pemda," ucap Rudianto.

Dirinya pun mengecam jika ada pihak-pihak yang mencoba mempermaikan harga tersebut di Babel. Jelas petani akan merugi karena hal tersebut, petani menjadi tidak mendapat keuntungan dari hasil pertaniannya.

Karena itu, Rudianto akan terus membicarakan perihal aturan tersebut pada DPRD Babel. Dirinya berharap bila Perda itu dapat dijalankan sebagaimana mestinya guna kesejahteraan para petani.

"Nanti saya tanya DPRD kenapa Perda itu tidak dilaksanakan. Saya sangat berharap, Pemda menjalankan Perda yang sudah disusun dengan susah payah," tutupnya.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved