Buat SIM D Hanya 50 Ribu, Kasat Lantas Imbau Penyandang Disabilitas Miliki Surat Ini

Dengan mengantongi SIM, identitas para pengendara telah terangkum di kepolisian maupun Jasa Raharja.

Buat SIM D Hanya 50 Ribu, Kasat Lantas Imbau Penyandang Disabilitas Miliki Surat Ini
Bangkapos/irakurniati
Kasat lantas Polres Pangkalpinang, AKP Heriyanto (kanan) saat menyerahkan SIM D yang diajukan pemohon, Apri, Jumat (2/11/2018) 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM - Kepala satuan lalu lintas Polres Pangkalpinang, AKP Heriyanto mengatakan bagi pengendara yang telah berusia diatas 17 tahun wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Tak terkecuali bagi kaum prioritas atau penyandang disabilitas.

Penyandang disabilitas diperbolehkan mengendarai sepeda motor khusus di jalan raya, asal mengantongi SIM D, yang diatur dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009, tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

"Kami akan fasilitasi dan permudah dalam urusan administrasi maupun ujian. Karena pada saat mereka datang untuk membuat SIM pun, itu berarti mereka sudah paham mengenai aturan lalu lintas." pungkas AKP Heriyanto, Jumat (2/11/2018)

Biaya pembuatan SIM D pun lebih murah dibandingkan SIM lain, yakni hanya Rp 50 ribu dan untuk perpanjangan hanya sebesar Rp 30 ribu. Mantan kasat lantas Polres Bangka Selatan ini menuturkan dengan mengantongi SIM, identitas para pengendara telah terangkum di kepolisian maupun Jasa Raharja. Sehingga dalam urusan asuransi di jalan raya maupun administrasi lainnya dapat mudah didapatkan.

"Punya SIM ini wajib. Mereka juga akan dilindungi oleh hukum. Kalau punya SIM, saat razia lalu lintas, kelengkapan surat mereka ada. Tidak perlu khawatir lagi. Selain itu tak ada perbedaan bagi penyandang disabilitas ataupun normal lainnya dalan aturan lalu lintas. Tak ada SIM pasti akan ditindak petugas." pungkas Heri.

Ia pun mengimbau agar kaum prioritas atau penyandang disabilitas yang kerap menggunakan kendaraan namun belum memiliki SIM agar segera melapor dan mengajukan pembuatan surat ini.

Dikatakan Heri, SIM sebagai bukti sah secara hukum pengendara telah diizinkan untuk mengemudikan kendaraan.

"Saya imbau ke penyandang disabilitas, untuk datang ke satlantas membuat SIM. sebab kita pun telah sosialisasikan mengenai hal ini. Kami disini akan memberikan pendampingan dan memfasilitasi itu kepada rekan-rekan semua." tutupnya.

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved