Pejabat Bappebti Tinjau Gudang Lada di Babel

Kalau bisa pengelola gudang sudah bisa teken kontrak dengan industri pengguna lada. Misalnya pabrik indomie

Pejabat Bappebti Tinjau Gudang Lada di Babel
Ist
Kepala Bagian Pengawas Sistem Resi Gudang Bappebti Sukardi dan Kasubbag Pengawas Kelembagaan Sistem Resi Gudang Tomi Setiawan tinjau resi gudang lada 

Laporan Wartawan Bangka Pos,  Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS. COM,  BANGKA-- Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)  Kementerian Perdagangan RI meninjau resi gudang lada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.  

Dalam kunjungan 30 Oktober hingga 1 Nopember 2018 lalu, dua pejabat Kementerian Perdagangan yaitu Kepala Bagian Pengawas Sistem Resi Gudang Bappebti Sukardi dan Kasubbag Pengawas Kelembagaan Sistem Resi Gudang Tomi Setiawan didampingi Kasi Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Babel ke Gudang Mangkol, Gudang Puding dan Air Mangkok.  

Kepala Bagian Pengawas Sistem Resi Gudang Bappebti Sukardi menjelaskan resi gudang dapat meningkatkan pendapatan petani lada. 

Dengan sistem resi gudang,  bila petani lada butuh uang maka lada miliknya bisa dititip ke gudang dan resi gudang bisa diagunkan di bank. 

"Ada dua bank untuk resi gudang dapat dilakukan dengan sistem syariah, " ujar Sukardi,  Minggu (4/11).

Dikatakan Sukardi bahwa gudang lada  sudah cukup bagus. Bahkan lada yang tersimpan ada sekitar 50 ton milik petani lada yang dititipkan.  

"Gudang  ini dapat menyimpan lada hingga maksimal 300 ton," ungkapnya.  

Sukardi mengemukakan agar pengelola resi gudang untuk dapat membantu pemasarannya.

Sehingga lada yang tersimpan itu bisa jelas pasarannya. 

Halaman
12
Penulis: agusrya
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved