Advertorial

Berbagi Ilmu Kependudukan, BKKBN Bersama Mitra Bidik Kalangan Pelajar

Pihaknya sengaja membidik kalangan pelajar karena harus masuk ke seluruh lapisan masyarakat agar pembangunan daerah bisa berwawasan kependudukan.

Berbagi Ilmu Kependudukan, BKKBN Bersama Mitra Bidik Kalangan Pelajar
bangkapos/nurhayati
Anggota DPRD Kabupaten Bangka Mendra Kurniawan didampingi Kepala BKKBN Perwakilan Babel Etna Estalita dan Plh Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bangka Boy Yandra saat sosialisasi program pengendalian penduduk bersama mitra kerja, Selasa (6/11) di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM  --  Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Peme­rintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Pengenda­lian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka memberikan sosialisasi program pengendalian penduduk bersama mitra kerja, Selasa (6/11) di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat.

Kegiatan ini menyasar para pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Kabupaten Bangka.

Diakui Kepala BKKBN Perwakilan Babel Etna Estalita pihaknya sudah melakukan sosialisasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung deng­an tema yang berbeda-beda. Untuk Kabupaten Bangka tentang pengendalian penduduk, Kota Pangkalpinang mengenai remaja dan Kabupaten Bangka Barat tentang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.

Pihaknya sengaja membidik kalangan pelajar karena harus masuk ke seluruh lapisan masyarakat agar pembangunan daerah bisa berwawasan kependudukan.

“Sebenarnya sosialisasi kependudukan ini mulai sejak dini dari SD, SMP hingga SMA mestinya sudah diberi ilmu tentang kependudukan,” kata Etna.

Anggota DPRD Kabupaten Bangka Mendra Kurniawan didampingi Kepala BKKBN Perwakilan Babel Etna Estalita dan Plh Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bangka Boy Yandra saat sosialisasi program pengendalian penduduk bersama mitra kerja, Selasa (6/11) di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat.
Anggota DPRD Kabupaten Bangka Mendra Kurniawan didampingi Kepala BKKBN Perwakilan Babel Etna Estalita dan Plh Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bangka Boy Yandra saat sosialisasi program pengendalian penduduk bersama mitra kerja, Selasa (6/11) di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat. (bangkapos/nurhayati)

Pihaknya, sudah membuat Sekolah Siaga Kependudukan disekolah-sekolah namun belum secara keseluruhan, baru sebagai pilot project. Selain itu pihaknya membuat grand desain kependudukan karena data kependudukan sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan.

“Grand desain ini sesuai potensi daerah masing-ma­sing dimasuk ke eksekutif dan legislatif untuk dimasukan kedalam RPJMD,” jelas Etna.

Diakuinya, kondisi kependudukan di Indonesia di tingkat dunia berada di posisi empat besar penduduk terbanyak di dunia. Untuk peringkat pertama Cina, kedua India, ketiga Amerika dan ke empat Indonesia. Namun negara-negara China dan Amerika sudah menjadi negara maju sedangkan Indonesia masih negara berkembang.

“Kesejahteraan dari suatu negara itu bukan ditentukan sumber daya alam tetapi 80 persen oleh sumber daya manusia. Artinya sumber daya manusia itu lebih penting daripada sumber daya alam. Contohnya seperti Singapura yang sumber daya alamnya minim tetapi sumber daya manusianya maju,” terang Etna.

Sedangkan kondisi pertumbuhan penduduk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 2,07 yang diatas rata-rata nasional. Namun pertumbuhan penduduk di Babel menurutnya bukan karena faktor angka kelahiran tetapi adanya mig­rasi penduduk ke Babel.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved