Jalani Sidang Perdana Kasus Narkoba, Buruh Harian Ini Terancam 12 Tahun Penjara

Selama proses persidangan berlangsung, ia hanya menunduk dikursi kesakitan dan mendengarkan JPU membacakan dakwaan

Jalani Sidang Perdana Kasus Narkoba,  Buruh Harian Ini Terancam 12 Tahun Penjara
Bangkapos/Yudha Palistian
Para tahanan sedang menunggu giliran sidang di ruang rirta PN Pangkalpinang. 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Syahril Syabirin, Seorang buruh harian yang berdomisili di kelurahan Bukit Baru, Pangkalpinang, menjalani sidang perdana kasus narkoba karena membeli ganja dan sabu untuk dijual kembali, Kamis (8/11/2018)

Jaksa Penuntut Umum (Meta Hendayani), mengatakan dalam surat dakwaan yang dibacakan perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas pasal tersebut,  Syahril terancam penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dua belas tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Selama proses persidangan berlangsung,  ia hanya menunduk dikursi kesakitan dan mendengarkan JPU membacakan dakwaan.

Surat dakwaan yang dibeberkan oleh Jaksa,  kejadian bermula pada Minggu (15/7/2018) lalu sekira pukul 18.00 WIB  bertempat di Gang Melati Daerah Bukit Baru,  Pangkalpinang, terdakwa menelpon Sastro (DPO) bermaksud ingin membeli ganja dan sabu deng harga Rp 500.ribu.

Kemudian pada hari Sabtu (16/7 2018), ia menjual kembali dengan harga sebesar Rp 700.ribu dengan narkotika jenis ganja dengan berat bruto 6,10 gram dan tiga paket yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,12 gram.

Ia pun sudah ditahan oleh pihak penyidik pada bulan juli 2018 lalu atas perbuatannya tersebut. (*)

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved