Pemdes Bukitlayang Bikin Tambak Udang Galah, Beri Contoh ke Masyarakat

Upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Bukitlayang Kecamatan Bakam Bangka melestarikan keberadaan udang galah atau udang satang tak main-main

Pemdes Bukitlayang Bikin Tambak Udang Galah, Beri Contoh ke Masyarakat
Bangka Pos / Ferylaskari
Kades Bukitlayang, Andry

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Bukitlayang Kecamatan Bakam Bangka melestarikan keberadaan udang galah atau udang satang tak main-main.

Buktinya, rencana budidaya mulai dilakukan, menyusul pembuatan tambak di sekitar bibir sungai desa setempat.

Kepala Desa (Kades) Bukitlayang, Andry kepada Bangka Pos Groups, Kamis (8/11/2018) memastikan realisasi pembuatan tambak sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir.

"Kita bikin tambak menggunakan alat berat, agar nanti tambak terlihat rapi," katanya.

Tambak udang galah yang baru dirintis seluas 12 meter x 50 meter berbentuk petak. Ukuran tambak tersebut sifatnya masih pemula, dan jika nanti budidaya berhasil tidak menutup kemungkinan bakal dilanjutkan pada pembangunan tambak tahap dua.

"Luas baru tercetak 12 meter x 50 meter," katanya.

Pembuatan tambak yang berlokasi dekat Sungai Layang, persisnya di daerah Telapak Desa Bukitlayang tersebut menggunakan dana desa (DD) sekitar Rp 100 Juta

"Untuk awal sampai pembelian pakan, bibit dan sarana prana diperkirakan menelan DD (dana desa) Rp 100 juta. Dana desa (DD) berasal dari pusat, bidang pemberdayaan masyarakat," Katanya.

Mengenai bibit yang akan ditebar diperoleh dari hasil tangkap nelayan lokal. Bibit berupa anak-anak udang yang masih hidup akan dipelihara di tambak itu, agar nantinya bisa berkembang menjadi ukuran besar atau ekonomis.

Jika sudah besar udang ini diharapkan bisa beranak-pinak atau bisa juga langsung dijual.

"Kita beli bibit ke nelayan lokal. Tambak ini tujuannya supaya bisa memberdayakan masyarakat untuk melestarikan udang satang sebagai pendapatan baru perkonomian, pasca timah di Desa Bukitlayang," katanya.

Andry berharap, upaya yang dilakukan pemerintahan desa dapat dicontoh masyarakat, khususnya masyarakat nelayan lokal, pencari udang satang.

"Jadi masyarakat bisa meningkatkan pendapatannya sehingga desa memberi desa contoh," harap Andry menyebut paling lama, Desember 2018 bibit udang sudah bisa ditebar di tambak tersebut.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved