Video: Sapi-sapi Bongsor dengan Perlakuan Khusus yang Dilombakan di Halaman Gor Sahabudin

Kontes sapi ini adalah bagian dari acara Gebyar Prodyk Peternakan dan Kontes Ternak Sapi IB (Inseminasi Buatan) Tingkat Provinsi

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Puluhan sapi berbadan tegap dan bongsor dipamerkan di halaman Gor Sahabudin, Bangka Tengah, Kamis (8/11/2018). Sapi-sapi ini adalah sapi inseminasi buatan.

Satu per satu sapi dibawa ke timbangan dan diukur tinggi badannya. Kesehatannya juga dicek.

Kontes sapi ini adalah bagian dari acara Gebyar Prodyk Peternakan dan Kontes Ternak Sapi IB (Inseminasi Buatan) Tingkat Provinsi yang digelar Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Babel.

Satu di antara peserta lomba adalah peternak dari Jalan Selan, Marhawi yang membawa dua sapi berukuran bongsor masing-masing jenis Brahma dan Limosin dengan berat lebih dari satu ton per ekor.

Marhawi menyebut, sapi-sapi berbadan bongsor ini dipelihara dengan perlakuan khusus yang berbeda dengam sapi umumnya.

Pakannya adalah konsentrat yang kaya akan zat yang menjadi kebutuhan sapi sehingga tumbuh kembangnya lebih cepat.

Sapi-sapi jenis ini dinilai hanya bisa dipelihara dengan cara seperti yang ia jelaskan. Malahan, jika diangon seperti sapi pada umumnya, sapi tidak akan mau makan.i.

Karena perlakuan khusus seperti pakan, suntik rutin, hingga mandi empat kali seminggu itulah, harga sapi-sapi jenis ini jauh lebih mahal. Per ekornya bisa di atas Rp 60 jutaan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Babel Nurhayati menuturkan, ada spesifikasi tertentu yang akan dinilai oleh tim penilai dan dokter hewan.

Inseminasi buatan adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus.

Ada lima kategori yang dilombakan yakni jenis sapi eksotis/cross (non Bali) umur kurang dari 12 bulan jantan dan betina, umur 12 sampai 24 bulan jantan dan betina, serta umur lebih dari 24 bulan jantan.

Karena baru pertama kali dilombakan, kontes sapi ini dianggap sebagai upaya sosialisasi inseminasi buatan sekaligus memberikan penghargaan kepada para peternak yang memiliki sapi hasil IB.

Selain kontes ternak sapi IB, pada acara ini, ada pula pameran produk pertanian dari kabupaten kota di Babel hingga lomba mengupas telur dan minum susu yang diikuti oleh anak-anak. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved