Andikpas LPKA Pangkalpinang Berlatih Pangkas Rambut

19 orang Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang mengikuti pelatihan ketrampilan.

Andikpas LPKA Pangkalpinang Berlatih Pangkas Rambut
Bangkapos/irakurniati
Alfatih, pelatih ketrampilan pangkas rambut, saat menjelaskan teknik pangkas rambut kepada andikpas di LPKA Pangkalpinang, Jumat (9/11/2018) 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 19 orang Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang mengikuti pelatihan ketrampilan. Kali ini anak-anak yang berada dalam lembaga pembinaan itu, diberikan ketrampilan pangkas rambut.

Kepala LPKA Pangkalpinang, Suyatno, menuturkan kegiatan ini merupakan wadah yang diberikan kepada andikpas, agar dapat memberikan bekal ketrampilan kepada anak laki-laki ini ketika melepas masa pidana nanti. Juga dapat membentuk kemandirian dengan keahliam khusus. Suyanto berharap, andikpas selepas masa pidana dapat bergerak dibidang wirausaha melalui kegiatan-kegiatan yang telah diajarkan selama di lembaga pembinaan ini.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah bersedia memberikan wawasan dan pelatihannya mengajari Andikpas tentang bagaimana cara memangkas rambut yang benar serta sesuai dengan permintaan konsumen pada saat ini." ujar Suyatno, Jumat (9/11/2018).

Keterampilan pangkas rambut ini dilaksanakan selama terhitung tiga hari kedepan. Kasubsi Dikbimkemas di LPKA Kelas II Pangkalpinang, Arry Oktafriansah, mengatakan selain untuk memenuhi hak anak dengan melatih ketrampilan, hal ini juga untuk memberikan praktek langsung kepada mereka, mengenai teknik pangkas rambut yang dapat menyesuaikan dengan mode saat ini.

"Pelatihan keterampilan bagi Andikpas guna memberi bekal untuk membentuk insan yang mempunyai keahlian khusus dan kemudian diharapkan akan memberikan banyak manfaat bagi semua Andikpas untuk kehidupan mereka kedepannya." pungkasnya.

Alfatih, selaku pelatih ketrampilan ini, mengaku pangkas rambut merupakan hal yang kerap dilakukan oleh masyarakat, minimal dalam satu bulan sekali, atau sesuai kebutuhan. Sehingga, dengan ketrampilan ini, akan dapat melahirkan pemangkas rambut yang menyesuaikan mode dan tren yang berkembang dimasyarakat saat ini.

"Banyak diluar sana orang yang berprofesi sebagai tukang pangkas rambut yang hidupnya bisa sukses, hal inilah yang kemudian kami harapkan bisa disalurkan kepada adik-adik disini." ujar Fatih.

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved