Dua Pelaku Pencurian Sparepart Alat Berat Diamankan Polisi, Korban Rugi Rp 126 Juta

Barang buktinya sudah kami amankan dari tangan tersangka ini. Korban baru menyadari kalau barangnya

Dua Pelaku Pencurian Sparepart Alat Berat Diamankan Polisi, Korban Rugi Rp 126 Juta
posbelitung/dede s
Anggota Polsek Tanjungpandan menunjukkan sebagian barang bukti sparepart yang diamankan dari tangan tersangka pencurian, Jumat (9/11/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Jajaran Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan berhasil menangkap dua pelaku pencurian MS (20) dan AD (24)  di gudang sparepart bekas alat berat yang terletak di Jalan Griya Permata, Desa Air Merbau, Kecamtan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Kamis (8/11/2018) kemarin.

Akibat kerugian tersebut, korban Sandi menderita kerugian yang ditaksir mencapai Rp 126 juta dari berbagai jenis sparepart yang dicuri.

"Barang buktinya sudah kami amankan dari tangan tersangka ini. Korban baru menyadari kalau barangnya hilang pada Selasa (6/11/2018), lalu segera melaporkan kejadian itu ke polisi," ujar Kapolsek Tanjungpandan AKP Agus Handoko SH saat ditemui posbelitung.co, Jumat (9/11/2018).

Pasca mendapat laporan, Jajaran Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan langsung melakukan olah TKP di sebuah gudang yang terletak di Jalan Griya Permata, Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Berdasarkan data, sparepart yang hilang berupa lima link ‎excavator merek hitachi, 10 pin bucket excavator, tiga pin arm excavator dan link ekstrak excavator.

"Memang gudang ini tidak ada penjaganya dan letaknya di sekitaran kebun warga jadi agak jauh dari pemukiman," jelasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan personil, akhirnya polisi mencurigai beberapa orang yang melakukan pencurian disertai pemberatan (curat) di gudang tersebut.

Setelah mengantongi data, polisi langsung melakukan penangkapan pelaku yang ternyata tinggal dalam satu kawasan ‎Jalan Perumnas, Desa Aik Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengakui perbuatannya‎ dan akan dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke 4 dan 5 KUH Pidana.

"Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan. Saat ini tersangka masih menjalani proses sidik, barang bukti sudah kami amankan," katanya.(*)



Penulis: Dede Suhendar
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved