Ingin Ditetapkan Sebagai Kota Layak Anak 2019, Pangkalpinang Lakukan Persiapan

Pengkalpinang terus menyiapkan segala hal untuk penetapan sebagai kota layak anak pada 2019 mendatang.

Ingin Ditetapkan Sebagai Kota Layak Anak 2019, Pangkalpinang Lakukan Persiapan
BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Rapat tim gugus tugas persiapan Pangkalpinang sebagai kota layak anak yang digelar di ruang pertemuan, Kantor Dinsos PPPA Pangkalpinang, Jumat (9/11/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM - Pengkalpinang terus menyiapkan segala hal untuk penetapan sebagai kota layak anak pada 2019 mendatang. Dinas Sosial Pemberdayaan Peremuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Pangkalpinang terus menggelar rapat bersama berbagai stakeholder dan Organisasi Perangkat Daerah sebagai persiapan penetapan itu.

Tim gugus tugas pengembangan Pangkalpinang sebagai kota layak anak yang terbagi dalam berbagai klaster misalnya, telah dibentuk dan mulai menggelar rapat.

Kepala Dinsos PPA Pangkalpinang Fitiransyah menuturkan, tiap unsur diminta untuk memberikan dukungan agar Pangkalpinang nantinya memenuhi kriteria penilaian sebagai kota layak anak. Tiap hal yang menjadi kekurangan penilaian dibahas untuk diperbaiki dan dijadikan komitmen bersama untuk dibenahi.

"Kami hanya memfasilitasi. Rencana aksinya, berupa kebijakan, program, kegiatan dan penganggaran itu ada di masing-masing unsur. Baik itu OPD, instansi vertikal, maupun lembaga swadaya masyarakat termasuk media massa," kata Fitriansyah kepada bangkapos.com di kantor Dinsos PPPA Pangkalpinang, Jumat (9/11/2018).

Pangkalpinang akan mewujudkan kelurahan layak anak paling sedikit 25 persen dari jumlah kelurahan yang ada. Sementara kecamatan layak anak akan diwujudkan paling sedikit 50 persen dari jumlah kecamatan yang ada.

"Inidkator-indikatornya sudah kami diskusikan dan berikan kepada kecamatan-kecamatan dan kelurahan terkait. Termasuk juga kami meminta adanya Perlindungan  Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), target kami 20 kelurahan punya ini. Kemarin juga telah kami sepakati dengan Dindik terkait sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria sebagai sekolah ramah anak," tutur Fitrianysah.

Fitriansyah menuturkan, sebenarnya Pangkalpinang telah mendeklarasikan Pangkalpinang menuju kota layak anak pada 2016 lalu. Saat itu deklarasi dilakukan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelrindungan Anak RI Yohanna Yambise yang tengah berkunjung ke Pangkalpinang.

Setelah dievaluasi oleh tim pusat pada Maret 2018, ternyata skor nilai Pangkalpinang belum kencapai nilai minimal. Pangkalpinang hanya mendapatkan skor 475, sementara skor yang diminta adalah 500.

Karena itulah, tim gugus tugas ini dibentuk dan mulai menggelar rapat.

"Banyak kendalanya. Makanya kekurangan-kekurangan ini yang kami rapatkan bersama unsur-unsur yang tergabung dalam tim gugus tugas Pangkalpinang sebagai kota layak anak ini," ucapnya.

Pihaknya menargetkan, pada akhir 2018 ini, komponen kriteria kota layak anak dapat terpenuhi. Sehingga saat penilaian 2019, Pangkalpinang bisa diwujudkan sebagai kota layak anak.

Fitriansyah berharap seluruh unsur dalam tim gugus tugas mendukung penuh upaya ini.

"Kalau Pangkalpinang sudah ditetapkan sebagai kota layak anak, kami harapkan kasus kekerasan terhadap anak di Pangkalpinang, baik kuantitas maupun kualitas, dapat menurun. Dengan pelibatan seluruh komponen, setidaknya ini dapat mengawal upaya preventif dan penanganan kekerasan terhadap anak secara terpadu," ucap Fitriansyah. 

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved