Gaji Honorer Belitung Direncanakan Naik Tahun Depan

Penyesuaian gaji honorer ini, akan disamakan dengan pekerja swasta yang mengikuti Upah Minimum Provinsi (UMP).

Gaji Honorer Belitung Direncanakan Naik Tahun Depan
Tribunnews
ilustrasi uang 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM  - Gaji hororer yang memiliki surat keterangan (SK) Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun honorer Kategori 2 (K2) Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Belitung, sudah direncanakan untuk mengalami penambahan di tahun 2019 mendatang.

Penambahan penghasilan pekerja hororer ini, seperti tunjangan khusus kepada mereka. Penyesuaian gaji honorer ini, akan disamakan dengan pekerja swasta yang mengikuti Upah Minimum Provinsi (UMP). Saat ini gaji honorer hanya Rp 2.200.000,- 

"Jadi kemarin kami sudah melakukan pertemuan dengan beberapa kabupaten yang ada di Palembang soal ini. Memang nanti penghasilan mereka (honorer) harus menyesuaikan. Ada beberapa yang harus disesuaikan oleh pemerintah," kata Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani kepada Pos Belitung, Sabtu (10/11/2018).

Penghasilan tambahan yang diberikan oleh pemerintah itu, semacam uang lembur. Misalkan di Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama tunjangan kinerja (tunjap), bagi pegawai honorer serupa. Namun itu tetap disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

"Ya semacam uang lembur lah untuk mereka, jadi nanti setiap bulan dihitung dan dimasukan kedalam gaji. Jadi antara honorer satu dan honorer satu itu, nanti tidak akan sama gajinya. Tapi itu sekarang sedang digodok, dan sedang dipersiapkan," ujarnya.

Penghasilan itu, kata Taufik, berbeda dengan gaji tetap yang didapat honorer ini. Khusus untuk gaji, mereka tetap akan mengalami kenaikan, mulai dari Januari 2019. Apabila gaji mereka sekarang hanya Rp 2.200.000,-, maka ditahun depan akan mengalami kenaikan menjadi Rp 2.500.000,-.

"Kenaikan sekitar Rp 300 ribu lebih lah, cuma pasti berapa itu ada hitungan - hitungan. Hanya saja kami sekarang masih dalam pembahasan soal anggaran ini," bebernya.

Secara keseluruhan, lanjut Taufik, pegawai honorer yang ada di Belitung mencapai 1.800 orang. Pemerintah harus menyediakan melalui APBD Induk, kembali hingga miliaran rupiah, untuk membayar gaji honor selama 12 bulan kedepan.

"Banyak memang, belum diketahui berapa finalnya anggaran untuk ini. Tapi mereka nanti akan mendapat tunjangan lebih diluar gaji. Jadi mereka menyesuaikan dengan UMP nanti istilah kasarnya," pungkasnya. 

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved